Jumat, 29 Mei 2026

Pendidikan

Rustini Muhaimin Dorong Budaya Literasi dan Numerasi Sejak Dini

Founder JDK Rustini Muhaimin ajak anak-anak membiasakan membaca dan mengasah kemampuan numerasi sejak usia dini.

Tayang:
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
PENDIDIKAN - Founder JDK Rustini Muhaimin ajak anak-anak membiasakan membaca dan mengasah kemampuan numerasi sejak usia dini. 
Ringkasan Berita:
  • Founder Jendela Dunia Kita (JDK), Rustini Muhaimin menekankan pentingnya membangun budaya literasi dan numerasi sejak usia dini saat menghadiri gerakan “Ayo Membaca” di MI YAPPI Balong, Gunungkidul.
  • Menurutnya, kebiasaan membaca dan kemampuan berpikir logis menjadi bekal penting menghadapi masa depan. 
  • Dalam kegiatan itu, Rustini juga menyerahkan bantuan hewan kurban dan sembako kepada warga sekitar sekolah.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Founder Jendela Dunia Kita (JDK), Rustini Muhaimin menekankan pentingnya menanamkan budaya literasi dan numerasi sejak usia dini kepada anak-anak sebagai bekal menghadapi masa depan.

Menurutnya, kebiasaan membaca dan kemampuan berpikir logis harus dibangun tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Rustini menyampaikan hal tersebut saat menyapa siswa-siswi MI YAPPI Balong dalam kegiatan gerakan “Ayo Membaca” di aula sekolah tersebut, Gunungkidul, Kamis (28/5/2026).

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama hadir dalam gerakan ‘Ayo Membaca’ di MI YAPPI Balong. Ini bukan sekadar kegiatan membaca, tetapi investasi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Indonesia Travel Fair 2026 Hadir di JCC pada 29-31 Mei 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar

Menurut Rustini, literasi harus menjadi kebiasaan yang dibangun sejak kecil. Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Saya percaya bahwa literasi harus ditanamkan sejak dini. Anak yang dekat dengan buku akan lebih berani bermimpi, berpikir kritis, dan percaya diri menghadapi masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan literasi dan numerasi anak Indonesia yang masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, budaya membaca tidak boleh hanya hidup di lingkungan sekolah, tetapi juga harus tumbuh di rumah dan masyarakat.

“Hari ini tantangan kita nyata. Tingkat literasi dan numerasi anak Indonesia masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, budaya membaca tidak boleh berhenti di sekolah saja, tetapi juga harus hidup di rumah dan lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Selain literasi membaca, Rustini menekankan pentingnya kemampuan numerasi bagi anak-anak.

Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah dinilai menjadi bekal penting di era modern yang penuh perubahan.

“Selain gemar membaca, anak-anak juga perlu memiliki semangat numerasi. Kemampuan berhitung, memahami logika, dan memecahkan masalah akan menjadi bekal penting di era modern,” ucapnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Mari jadikan membaca sebagai kebiasaan menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Satu buku yang dibaca hari ini bisa membuka jendela dunia bagi masa depan anak-anak kita,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Rustini yang hadir didampingi Sekjen DPP Perempuan Bangsa Nur Nadlifah, Anggota DPR RI Fraksi PKB Kaisar Abu Hanifah serta tim JDK menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini mendampingi anak-anak dalam proses belajar dan bertumbuh.

Dalam kesempatan tersebut, Rustini Muhaimin juga menyerahkan hewan kurban serta bantuan sembako kepada wali murid dan masyarakat sekitar MI YAPPI sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar sekolah. (m27)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved