HUT RI
Peringati HUT ke-76 RI, Alumni Akpol 98 Parama Satwika Gelar Refleksi dan Doa Bersama
Peringati HUT ke-76 RI, Alumni Akpol 98 Parama Satwika Gelar Refleksi dan Doa Bersama. Berikut Selengkapnya
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia, Keluarga besar alumni Akpol 1998 Batalyon Parama Satwika beserta Bhayangkari menggelar refleksi kebangsaan dan doa bersama secara virtual pada Rabu (18/8/2021).
Ketua Alumni Akpol 1998/Parama Satwika, Kombes Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyapa seluruh alumni yang hadir secara virtual mulai dari Aceh sampai dengan papua, termasuk mereka yang kini bertugas sebagai Atpol Denhaag di Belanda.
Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan, refleksi kebangsaan merupakan wujud rasa nasionalisme kepada bangsa dan negara.
Selaku abdi negara, Ajudan Presiden Republik Indonesia itu menyebutkan refleksi kebangsaan menumbuhkan kecintaan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
“Di dalam ajaran semua agama, rasa cinta tanah air telah diajarkan dalam tuntunan agama yang kita anut sehingga sudah seharusnya sebagai insan beragama kita harus merefleksikan diri kita utk selalu menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air," ungkap Adi Vivid pada Kamis (19/8/2021).
Baca juga: Tidak Kunjung Jera, Hotel G2 Kembali Tawarkan Belasan Terapis Siap Dibooking di Tengah Masa PPKM
Baca juga: Gandeng Polisi, Satpol PP Jaksel Dalami Kasus Dugaan Prostitusi Berkedok Pijat di Hotel G2
Baca juga: Terbukti Terlibat Dalam Praktik Prostitusi, Pemprov DKI Bakal Cabut Izin Operasional Hotel G2
Dalam sambutannya, Adi Vivid menyampaikan upaya pemerintah dalam penanganan wabah covid-19, di antaranya lewat upaya 3T (testing, tracing dan treatment) sekaligus meningkatkan jumlah vaksinasi guna mencapai herd immunity.
Dalam perjalanannya, penanganan pandemi covid-19 telah mengakibakan gugurnya pahlawan kesehatan, baik dari TNI, Polri dan tenaga kesehatan.
Dirinya pun mengajak seluruh peserta untuk mendoakan mereka yang telah gugur dalam tugas.
"Marilah kita mendoakan kepada para pahlawan kesehatan yang telah gugur tersebut kita doakan semoga diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan," ungkap Adi Vivid.
Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi Hotel G2, Plt Wali Kota Jakarta Selatan: Tidak Kita Tolerir
Baca juga: Hotel G2 Disidak Disparekraf DKI, Kasatpol PP Jaksel : Penyegelan Tunggu Instruksi Provinsi
Ustad Das’ad Latif selaku penceramah menekankan betapa pentingnya rasa syukur kepada Tuhan atas segala apa yang diperoleh.
“Bapak-bapak semua sebagai seorang polisi harus selalu bersyukur karena bapak sudah memiliki kewenangan dalam menjalankan tugas, kewenangan tersebut tidak dimiliki oleh orang lain, termasuk saya sebagai ustad," ungkap Ustad Das’ad Latif.
"Bapak bisa pakai baju ustad, tapi Ustad Das’ad tidak bisa pakai baju polisi karena pasti saya bisa disebut polisi gadungan,” ujarnya memicu tawa seluruh peserta.
“Kita terima saat ini itulah yang terbaik, jangan pernah sangka buruk sudah bekerja dengan baik, mengikuti tupoksi dengan baik, apa yang kita minta ternyata tidak kita dapatkan maka mari bersangka baik memang inilah yang terbaik dari Allah SWT,” katanya lagi.
Baca juga: Pencabutan Izin Hotel G2, Disparekraf DKI Jakarta Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi di Hotel G2, Plt Wali Kota Jaksel Masih Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi
Setelah ceramah yang diisi oleh ustad Das’ad latif, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang disampaikan secara Islam oleh Ustad Das’ad Latif, doa secara Nasrani disampaikan oleh Pendeta Gilbert Lumoindong dan doa secara hindu disampaikan oleh Penandhita Iptu I Wayan Pantun.
Selain itu, batalyon parama satwika juga turut memberikan tali asih kepada sebanyak 16 keluarga besar batalyon Parama Satwika yang telah meninggal dunia.
Di penghujung acara, para keluarga besar alumni akpol 1998 batalyon Parama Satwika menyanyikan lagu Bagimu negeri dan juga sesi foto bersama secara virtual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/keluarga-besar-alumni-akpol-1998-batalyon-parama-satwika-beserta-bhayangkari.jpg)