PPKM Darurat

Ngaku Pembolang, Driver Ojol Iswanto Bersyukur Sudah Miliki STRP dari Perusahaan Aplikasi

Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) menilai STRP tidak cocok diberlakukan untuk ojol karena merupakan mitra, bukan pegawai perusahaan.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Ramadhan LQ
Iswanto (40), driver ojek online atau ojol, mengaku bersyukur telah memiliki STRP dari Gojek pada Rabu (14/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Pengemudi ojek online atau ojol diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) selama masa PPKM Darurat, mulai Senin (12/5/2021).

Hal tersebut sempat menjadi polemik oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) karena STRP tidak cocok diberlakukan untuk ojol karena merupakan mitra, bukan pegawai perusahaan.

Kini, pengemudi ojek online sudah mengantongi ‘surat sakti’ tersebut dari perusahaan aplikasi.

Video: Polda Metro Jaya Tambah Titik Penyekatan PPKM Darurat, Jalan Basuki Rahmat Macet Parah

Misalnya, Iswanto (40) mengaku bersyukur telah memiliki STRP dari Gojek pada Rabu (14/7/2021) kemarin.

“Pastinya bersyukur. Dengan adanya surat itu memperlancar jalan kami, apalagi macam saya, kan, pembolang,” katanya saat ditemui di Warung Tegal di Jalan Cipete Raya, Kamis (15/7/2021).

“Orderan jauh saya ambil. Jadi dengan adanya STRP, saya bersyukur. Saya sudah dapat dari Gojek kemarin,” lanjut Iswanto yang mengenakan kaos berwarna merah itu.

Baca juga: Garda Desak Pemerintah Bebaskan Ojol Beroperasi Tanpa STRP saat PPKM Darurat

Baca juga: Keluar Masuk DKI Jakarta Wajib Kantongi STRP, Driver Ojol: Kami Bukan Pegawai, Tak Perlu Pakai

Kepada Wartakotalive.com, ia menunjukkan STRP tersebut dalam bentuk Kode QR (Quick Response) di dalam aplikasi mitra pengemudi. 

“Pas saya buka aplikasi Gojek, ada pesan masuk, ternyata STRP. Dengan adanya STRP ini, mudah-mudahan berlaku, ya, pas ada penyekatans. Jadi kami bisa menunjukkan suratnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iswanto bercerita bahwa dirinya pernah lolos penyekatan saat menuju Jakarta dari arah Depok tanpa STRP.

Baca juga: Demi Kekebalan Tubuh Driver Ojol Ini Berusaha Lawan Rasa Takut Lihat Jarum Suntik Saat Vaksin di GBK

“Saya pernah ke Depok. Pas ke Depok nggak ada penyekatan, tapi pas balik ke Jakarta, baru ada penyekatan, tapi waktu itu saya lancar-lancar saja, karena saya pakai jaket ojol,” ucap Iswanto.

Driver Ojol: Kami Bukan Pegawai, Tak Perlu Pakai

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kini mewajibkan driver ojek online (ojol) dan taksi online mengantongi Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), mulai Senin (12/7/2021).

Baik pengendara dan penumpang dari luar daerah menuju Ibu Kota wajib menunjukkan STRP serta surat keterangan vaksin saat melintasi jalur penyekatan selama PPKM Darurat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved