Kesehatan
Pasang Ring Lebih Optimal Minimalisir Penyempitan Pembuluh Darah Ulang atau Serangan Jantung
Tujuan pemasangan ring pada penyempitan pembuluh darah untuk memperbaiki asupan darah secara memadai.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemasangan ring jantung jadi pilihan ketika ada pasien mengalami penyempitan pembuluh darah.
Penyempitan pembuluh darah seringkali orang awam menyebut serangan jantung.
Tujuan pemasangan ring pada penyempitan pembuluh darah untuk memperbaiki asupan darah secara memadai.
"Penyempitan pembuluh darah pun bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau bisa juga kronis," kata dr Dafsah Arifa Juzar SpJP(K) seperti dikutip dari siaran pers,Senin (28/6/2021).
Pada pasien yang mengalami penyempitan tiba-tiba, hampir seluruhnya perlu pemasangan ring segera untuk mengurangi risiko komplikasi jantung bahkan kematian," katanya lagi.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini mengatakan, tindakan pemasangan ring juga perlu investigasi lebih dulu untuk memastikan penyakit jantung koroner.
Baca juga: MANFAAT Makan Cabai Cegah Kematian Dini Akibat Kanker dan Serangan Jantung, Atasi Obesitas-Diabetes
Baca juga: Derita Penyakit Penyumbatan Pembuluh Darah, Begini Kondisi Pengisi Suara Pak Ogah di Film Si Unyil
Dafsah menjelaskan, ada beberapa cara untuk menginvestigasi penyakit jantung.
Paling sederhana yaitu EKG atau Elektrokardiogram, dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung.
Serta dapat memperlihatkan kekurangan asupan oksigen bahkan kerusakan otot jantung akibat serangan jantung.
Dia mengingatkan, pada orang yang tidak ditemukan kelainan ketika dilakukan pemeriksaan EKG saat istirahat, bukan berarti aman dari penyakit jantung koroner.
Alasannya, penyakit jantung koroner bersifat degeneratif.
Penyakit jantung koroner atau proses aterosklerosis merupakan proses alamiah yang akan terjadi dengan bertambahnya umur.
Proses aterosklerosis akan terakselerasi bila ada faktor-faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, merokok, sakit kencing manis, hiperkolesterolemia.
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung prematur dan kebiasaan hidup tidak sehat.
Baca juga: Infeksi Virus Corona Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah di Pembuluh Darah, Berikut Penjelasannya
Baca juga: Tidur Siang Lebih dari Satu Jam Tingkatkan Kematian Dini 30 % dan Risiko Serangan Jantung, WASPADA!
"Pemeriksaaan EKG saat istirahat saja belum cukup untuk orang-orang yang mempunyai lebih dari satu faktor risiko jantung atau telah berumur di atas 30 tahun," kata Dafsah.
Dia menjelaskan, performa jantung dalam mengatasi beban kerja perlu diuji dengan pemeriksaan stress test.
Pemeriksaan stress test bisa dengan treadmill stress test, pemeriksaaan stress echo (Dobutamine Stress Test) atau pencitraan lainnya.
Jika penyakit jantung koroner tidak dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, maka diperlukan prosedur angioplasti (pemasangan ring).
Pemasangan ring jantung merupakan prosedur non bedah dengan anestesi lokal dan sedasi ringan.
Dia menjelaskan, akses ke pembuluh darah koroner sebagian besar melalui pembuluh darah di pergelangan tangan dan atau pembuluh darah di pangkal paha pada keadaan tertentu.
Selama tindakan berlangsung, pasien akan dalam keadaan sadar namun nyaman.
Baca juga: Serangan Jantung di Pagi Hari Ala Ashraf Sinclair Dikenal Sebagai Morning Surge, Sangat Berbahaya
Baca juga: Ashraf Sinclair Meninggal Kena Serangan Jantung, Ini Gejala Ringan yang Sering Diabaikan
Pada penyempitan sedang yang lebih dari satu indikasi pemasangan cincin, dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan iFR (Instant wave-free Ratio) ataupun FFR (Fractional Flow Reserve).
Pemasangan ring yang tidak berindikasi dapat dihindari sekaligus mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan ring yang tidak diperlukan.
Pemasangan ring optimal dibutuhkan konfirmasi dari alat pencitraan intravaskular.
Alat intravaskular adalah IVUS (IntraVascular Ultrasound), merupakan teknologi imaging dengan ultra sound.
Alat itu untuk memberi gambaran dalam pembuluh darah, termasuk plak dan kondisi pembuluh darah.
Informasi yang didapat dari hasil pencitraan akan memfasilitasi pemilihan metoda persiapan kelainan penyempitan pembuluh darah, agar dapat dipasang ring secara optimal.
Optimal berarti berkurangnya risiko penyempitan dan komplikasi pada lokasi pemasangan ring tersebut.
Baca juga: 5 Alasan Penting Berolahraga demi Kesehatan Jantung pada Masa Pandemi Virus Corona
Baca juga: Pelatih Fisik Persita Tangerang: Olahraga Penting untuk Kesehatan Jantung
Pada kelainan jantung koroner yang sudah lanjut, berat atau kompleks, penyempitan pembuluh darah jantung sudah mengalami pengapuran atau kalsifikasi.
Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan terapi tambahan agar pemasangan ring mencapai hasil optimal berdasarkan konfirmasi IVUS.
Teknologi-teknologi yang ada di Heartology memfasilitasi para dokter untuk menentukan keparahan penyakit dan strategi pengobatan tatalaksana terbaik untuk pasien.
Strategi tatalaksana pengobatan meliputi indikasi perlu atau tidaknya pemasangan ring serta pemilihan strategi untuk mempersiapkan lesi (plak) menyempit sebelum dilakukan pemasangan ring.
Akurasi diagnosis dan penggunaan terapi tambahan dalam pemasangan ring merupakan kunci keberhasilan dan keamanan.
"’Pemasangan ring yang optimal akan memberikan manfaat jangka panjang untuk meminimalisir terjadinya penyempitan ulang (restenosis), mengurangi rasa nyeri jantung dan memperbaiki kualitas hidup,’’ tutur Dafsah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/operasi-jantung1286.jpg)