Breaking News:

Warta Ekonomi

Begini Reaksi Kalem Stafsus Sri Mulyani Hadapi Warganet Soal Dampak Kenaikan PPN

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo langsung memberikan reaksi secara tenang alias kalem lewat akun Twitternya @prastow.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo tanggapi kalem komentar warganet soal dampak kenaikan PPN. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Keuangan menilai wacana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mendapat respon cukup hangat, khususnya di media sosial atau dari netizen.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo langsung memberikan reaksi secara tenang alias kalem lewat akun Twitternya @prastow.

"Ini hal positif karena kesadaran akan pentingnya pajak semakin tinggi, pajak adalah pilar penyangga eksistensi negara."

"Saya perlu berbagi konteks yang lebih luas agar kita dapat mendudukkan semua wacana secara jernih," ujarnya, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Yustinus Prastowo: Kenaikan PPN dan Tax Amnesty Cuma Enak untuk Digosipkan

Baca juga: Staf Khusus Sri Mulyani Bilang Kenaikan PPN Kelas Atas Berlaku 1 atau 2 Tahun Lagi

Baca juga: Menko Airlangga Sebut Kenaikan PPN dan Tax Amnesty Jilid II Masih dalam Pembahasan

Menurut Yustinus, secara pribadi dirinya menganggap protes dari netizen soal dampak kenaikan PPN nantinya adalah hal biasa saja. 

"Saya bisa memaklumi reaksi spontan publik yang marah, kaget, kecewa, atau bingung, eh kenaikan tarif PPN berarti naiknya harga2 dong."

"Apalagi ini pemulihan ekonomi, pemerintah sendiri struggle dengan APBN yang bekerja keras, mosok mau bunuh diri? Begitu kira-kira yang saya tangkap," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah diwakili Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan, di berbagai kesempatan menegaskan rancangan ini perlu disiapkan dan didiskusikan di saat pandemi.

Pembicaraan tersebut justru dinilainya sebagai bentuk kesiapan pemerintah, tapi bukan berarti akan serta merta diterapkan di saat pandemi.

Maka, lanjutnya, pemerintah mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan DPR untuk bersama-sama memikirkan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved