Pilpres 2024

Arsjad Rasjid Ungkap Netralitas Kadin saat Pilpres 2024

Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan netralitas organisasinya saat Pilpres 2024. Karena Kadin fokus pada pertumbuhan ekonomi.

Editor: Valentino Verry
istimewa
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, mengatakan organisasinya netral saat Pilpres 2024, dan fokus pada pembangunan ekonomi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. 

Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan, peran Kadin dalam arena Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yakni fokus terhadap peningkatan kinerja perekonomian negara bersama pemerintah, siapa pun Presidennya. 

"Ke depan, Ketua Kadin Indonesia beserta jajarannya harus berfokus untuk memajukan pelaku usaha dan industri di Tanah Air," ujarnya, Selasa (8/6/2021). 

Menurut Arsjad, peran Kadin dalam Pilpres 2024 tidak lebih dari amanat Undang-undang tersebut yakni mengurus bagian ekonomi. 

Baca juga: Wacana Duet Mega-Prabowo di Pilpres 2024, Tjahjo Kumolo: Tunggu Tanggal Mainnya Saja

"Kadin sebagai mitra utama pemerintah dalam mengembangkan dunia usaha dan perekonomian Indonesia, harus berfokus terhadap mandat tersebut," katanya. 

Selanjutnya, Arsjad menambahkan, faktor penting untuk menyukseskan amanat itu adalah menciptakan hubungan yang harmonis dengan pemerintah. 

"Juga penting, ketua umum Kadin harus mampu bekerjasama dan menjalin komunikasi dengan pemerintah. Tujuannya, supaya mandat untuk memajukan bangsa bisa tercapai," pungkasnya.

Seperti diketahui, DPR dan pemerintah sepakat menarik revisi Undang-undang Pemilu dari daftar Prolegnas 2021. RUU Pemilu digantikan oleh RUU KUP.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, keputusan itu akan membuat pertarungan dalam pemilu serentak 2024 semakin menarik.

"Kalau menurut saya akan seru nanti 2024, karena benar-benar ada di garis start semua," ujarnya.

"Pertarungannya akan sama," imbuh Hendri.

Hendri mengatakan, hanya akan ada beberapa kelompok yang tetap memiliki panggung politik jelang Pemilu Serentak 2024.

Terutama, bagi mereka yang akan disebut mencalonkan diri sebagai calon presiden.

Baca juga: Megawati Dinilai Masih Berpeluang Besar Menang di Pilpres 2024

Sebab, banyak kepala daerah yang akan habis masa jabatannya pada 2022 maupun 2023.

Nama Anies Baswedan hingga Ridwan Kamil berada di dalam daftar yang akan 'menganggur' sebelum pemilu 2024.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved