Virus Corona
Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak 5 Kali Lipat, 140 Nakes Terpapar, Micro Lockdown Diterapkan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 140 tenaga kesehatan (nakes) di Kudus ikut terinfeksi.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah melonjak tajam usai Lebaran.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sebanyak 140 tenaga kesehatan (nakes) di Kudus ikut terinfeksi.
"Saya sampaikan tadi juga ke Bapak Presiden, contohnya di Kudus sudah 140 tenaga kesehatan juga terekspose Covid-19," ujar Budi usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/5/2021).
Baca juga: Selewengkan Jabatan, Dewan Pengawas Pecat Penyidik KPK Asal Polri AKP Stepanus Robin Pattuju
Beruntung, kata Budi, para tenaga kesehatan tersebut sudah mendapatkan vaksinasi.
Sehingga, jumlah nakes yang dirawat di RS sedikit.
"Untungnya mereka sudah divaksinasi sehingga sebagian besar adalah OTG (orang tanpa gejala)."
Baca juga: KPU Usul Pemilu 2024 Digelar pada 21 Februari dan Pilkada pada 20 November, Ini Alasannya
"Dan mudah-mudahan yang terkena akan bisa lebih cepat sembuh, karena antibodinya sudah terbentuk," harapnya.
Budi meminta masyarakat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Dengan protokol kesehatan, maka risiko terpapar akan berkurang, sehingga dapat melindungi para nakes yang bertugas.
Baca juga: AKP Stepanus Robin Pattuju Terima Duit Rp 1,6 Miliar untuk Setop Kasus Wali Kota Tanjung Balai
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya meminta laporan perkembangan kasus Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah, kepada jajaran kabinetnya, dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/5/2021).
Kasus Covid-19 di Kudus sempat melonjak 5 kali lipat hingga mencapai 783 kasus pada 26 Mei 2021.
Bahkan, rumah sakit darurat difungsikan untuk menangani pasien Covid-19 yang terus bertambah.
Baca juga: Megawati kepada Kader PDIP: Kalian Petugas Partai, Kalau Enggak Mau Dikasih Tugas Partai Out Saja
"Khususnya beliau (Jokowi) juga mempertanyakan, meminta laporan yang ada di Jawa Tengah, yaitu Kudus," ucap Budi.
Budi mengatakan Kabupaten Kudus pada beberapa hari terakhir memang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Kasus terkonfirmasi positif dan yang masuk ke rumah sakit terus meningkat luar biasa.
Baca juga: Beredar 9 Indikator Kriteria Merah 51 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, Salah Satunya Mengaku Taliban
"Teman-teman juga mungkin sudah melihat secara viral," kata Budi.
Kondisi tersebut, lanjut Budi, sudah ditangani.
Pasien Covid-19 sebagian sudah dialihkan ke daerah daerah di sekitarnya, salah satunya Semarang.
Baca juga: Dipecat, AKP Stepanus Robin Pattuju Minta Maaf kepada KPK dan Polri
"Kami terus berkoordinasi dengan Pak Gubernur, juga pasien-pasien yang tadi yang berasal dari daerah sekitar Kudus seperti Pati, kemudian Sragen, itu juga kita arahkan ke rumah sakit-rumah sakit lain di luar Kudus," bebernya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kata Budi, juga sudah menindaklanjuti kenaikan kasus di Kudus dengan melakukan mikro lockdown.
"Sehingga diharapkan apa yang terjadi di Kudus bisa kita isolasi, dan tidak menyebar ke daerah-daerah lain di Jawa Tengah," paparnya.
Baca juga: Ikut-ikutan Jaksa, Rizieq Shihab Banding Atas Vonis 8 Bulan Penjara di Kasus Kerumunan Petamburan
Pemerintah juga melakukan pengurutan genome atau Whole Genome Sequencing (WGS) sampel kasus Covid-19 di Kudus.
Hal itu dilakukan untuk mencari penyebab lonjakan kasus yang terjadi di daerah tersebut.
"Kami juga sekarang minta sampelnya untuk dilakukan genome sequencing."
Baca juga: Dapat Tambahan 8 Juta dari Sinovac, Indonesia Sudah Terima 92,9 Juta Dosis Vaksin Covid-19
"Apakah lonjakan yang terjadi di kudus ini disebabkan oleh adanya mutasi baru," jelas Budi.
Budi meminta masyarakat Kudus serta daerah lainnya yang mengalami lonjakan, untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Sehingga, upaya pemerintah untuk menekan lonjakan kasus dapat dilakukan dengan cepat.
Baca juga: Merah Putih Jadi Penentu Indonesia Produksi Vaksin Sendiri Atau Kerja Sama dengan Pihak Lain
"Sekarang trennya lagi naik, tapi kalau kita disiplin Insyaallah harusnya semuanya bisa kita atasi dengan baik," cetus Budi.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 30 Mei 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 429.333 (23.6%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 312.633 (17.2%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 199.205 (11.0%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 154.532 (8.5%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 71.510 (3.9%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 62.168 (3.4%)
RIAU
Jumlah Kasus: 59.597 (3.3%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 49.323 (2.7%)
BALI
Jumlah Kasus: 47.215 (2.6%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 44.588 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 44.127 (2.4%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 34.744 (1.9%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 31.895 (1.8%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 24.190 (1.3%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 22.490 (1.2%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 20.461 (1.1%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 18.167 (1.0%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 18.098 (1.0%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 16.666 (0.9%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 16.110 (0.9%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 15.769 (0.9%)
ACEH
Jumlah Kasus: 14.901 (0.8%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 12.893 (0.7%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 12.237 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 11.718 (0.6%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 10.816 (0.6%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 10.519 (0.6%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 9.528 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 9.296 (0.5%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 8.056 (0.4%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 7.741 (0.4%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 5.502 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 5.501 (0.3%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 4.512 (0.2%). (Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/menkes-budi-gunadi-sadikin-bahan-baku-vaksin.jpg)