Breaking News:

Buronan KPK

Harun Masiku Disebut Terdeteksi di Indonesia, Firli Bahuri: Sukses KPK Kerja Tim, Bukan Individu

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, meski Harun selaku kasatgas penyidik dinonjobkan, masih ada personel lain yang menangani perkara Harun Masiku.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid mengaku sudah sempat melacak keberadaan buronan Harun Masiku. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Keberadaan Harun Masiku, tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, terdeteksi berada di Indonesia.

Terendusnya keberadaan mantan caleg PDIP itu diutarakan oleh Kasatgas Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al Rasyid, dalam tayangan Catatan Najwa berjudul 'Kesaksian Eksklusif Penyidik KPK soal Posisi Harun Masiku: Di Balik Layar Mata Najwa.'

Harun merupakan satu di antara 75 pegawai KPK yang tak lolos jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui mekanisme asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Baca juga: Selewengkan Jabatan, Dewan Pengawas Pecat Penyidik KPK Asal Polri AKP Stepanus Robin Pattuju

Dengan gagalnya menjadi ASN, maka tugas yang diberikan kepada Harun Al Rasyid harus menjadi tanggung jawab pimpinannya, atau dengan kata lain Harun dibebastugaskan.

Merespons pernyataan keberadaan Harun Masiku, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, meski Harun selaku kasatgas penyidik dinonjobkan, masih ada personel lain yang menangani perkara Harun Masiku.

"KPK bekerja dengan sistem, mekanisme dan prosedur baku sesuai ketentuan."

Baca juga: KPU Usul Pemilu 2024 Digelar pada 21 Februari dan Pilkada pada 20 November, Ini Alasannya

"Setiap perkara dikerjakan oleh tim yang bukan satu orang," kata Firli lewat keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

Firli menekankan, kesuksesan KPK menyelesaikan sebuah perkara tidak hanya bertumpu pada satu orang.

Maka dari itu, jenderal polisi bintang tiga itu akan memerintahkan Direktur Penyidikan untuk kembali mengatur ulang tim pencarian Harun Masiku.

Baca juga: AKP Stepanus Robin Pattuju Terima Duit Rp 1,6 Miliar untuk Setop Kasus Wali Kota Tanjung Balai

"Tim bekerja sesuai ketentuan dan prosedur. Sukses KPK adalah kerja tim, bukan individu. Direktur Penyidikan yang mengatur," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved