Breaking News:

PPDB

Disdik Kota Depok Mematok Usia Bagi Calon Siswa SD Pada PPDB yang Berlangsung Juli Mendatang

Disdik Kota Depok akan memulai PPDB tingkat SD pada Juli mendatang dalam rangka menjelang tahun ajaran baru 2021-2022.

Wartakotalive.com/Vini Rizki Amelia
Kepala Disdik Kota Depok Mohammad Thamrin, Senin (24/5/2021) mengatakan, para siswa yang ingin mendaftar sedianya harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan. Foto dok: Kepala Disdik Kota Depok Mohammad Thamrin saat ditemui di bilangan Sawangan, Depok, Jumat (27/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok akan memulai penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar (SD) pada Juli mendatang dalam rangka menjelang tahun ajaran baru 2021-2022.

Pendaftaraan dibuka pada 5-8 Juli mendatang yang dilakukan secara offline (langsung) ataupun online terbatas.

Kepala Disdik Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan, para siswa yang ingin mendaftar sedianya harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

Baca juga: PPDB Depok 2021, Disdik Jabar Buka PPDB Tingkat SMAN/SMKN, Siswa Depok Siap-siap, Ini Jadwalnya

Dalam pelaksanaan PPDB tersebut, Disdik Kota Depok membagi dalam beberapa jalur yakni jalur zonasi sebanyak 70 persen dengan mengutamakan anak yang berusia minimal 6 tahun pada tanggal 1 Juli 2021.

Ada juga jalur afirmasi atau tidak mampu sebesar 15 persen, afirmasi inklusi 10 persen, serta perpindahan tugas orang tua atau anak Pendidik atau Tenaga Kependidikan (PTK) 5 persen.

"Untuk persyaratannya, memiliki Sertifikat Tanda Serta Belajar (STSB) TK/RA/KB/SPS bagi PAUD di bawah dinas pendidikan dan ijazah bagi Kemenag. Kecuali, calon murid yang sudah berusia 7 tahun," papar Thamrin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Disdik Kota Depok Jabarkan Jadwal PPDB TK, SD, SMP Tahun Ajaran 2021-2022, Simak Selengkapnya

Baca juga: SIAP-SIAP! Ini Syarat PPDB SMP Kota Depok Tahun Ajaran Baru 2021-2022, Dibuka Akhir Juni

Syarat lain yang harus dimiliki calon sisqa adalah dengan menunjukan akta kelahiran dan KTP orang tua, Kartu Keluarga atau Surat Keterangan Domisili, surat keterangan tanggung jawab mutlak orang tua atau wali calon peserta didik bermaterai Rp 10.000. 

Kemudian, kartu perlindungan sosial memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) bagi warga yang tidak mampu.

Thamrin memaparkan, sejumlah persyaratan tersebut selanjutnya akan melalui proses seleksi. 

Jika nantinya didapati ketidak lengkapan data, maka harus mengulang pendaftaran.

Baca juga: Mengenal Jalur Zonasi dalam PPDB 2021, Jangan Sampai Salah Pilih Sekolah yang Tak Sesuai

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved