Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Ini Efek Samping Vaksin Covid-19 Sinopharm, BPOM Bilang Masih Bisa Ditoleransi

Berdasarkan hasil uji klinik fase III, vaksin Covid-19 Sinopharm memiliki efek samping berkategori ringan.

Editor: Yaspen Martinus
scmp.com
BPOM menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) alias izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 Sinopharm. 

Berdasarkan hasil uji klinik fase III, vaksin produksi Beijing Bio Institute Biological Product ini memiliki efikasi 78 persen.

"Pada hari ini kami menyampaikan pengumuman bahwa sudah diberikan emergency use authorization."

Baca juga: 4 Jam Geledah Ruang Kerja Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Penyidik KPK Bawa Tiga Koper

"Untuk vaksin Sinopharm produksi Beijing Bio Institute Biological Product," ujar Kepala BPOM Penny K Lukito saat konferensi pers secara virtual, Jumat (30/4/2021).

Ia memaparkan, vaksin Snopharm ini menggunakan platform in activated virus, atau virus yang dimatikan.

BPOM melakukan evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin tersebut.

Baca juga: THR PNS 2021 Tidak Dibayar Penuh, Ini Daftar Komponen yang Tak Diberikan

Proses evaluasi dilakukan bersama-sama dengan tim ahli dalam komite nasional penilai vaksin Covid 19, ITAGI, dan para klinisi terkait lainnya.

"Dan berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan dari data yang kami terima, baik itu data mutu, data produksi, ataupun dari studi pre klinik dan klinik."

"Dapat disimpulkan bahwa pemberian vaksin Sinopharm 2 dosis dengan selang pemberian 21 sampai dengan 28 hari, menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi serta respons untuk meningkatkan imun yang baik," tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Bakal Bangun Rumah untuk Keluarga 53 Awak KRI Nanggala-402 yang Gugur

Penny melanjutkan, studi klinik fase III yang telah dilakukan Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain dengan 42 ribu relawan, menunjukkan efikasi vaksin sebesar 78%.

Dan, pengukuran imunogenitasnya setelah 14 hari penyuntikan dosis kedua atau zero positif rate (jumlah subjek yang mengalami kenaikan antibodi pada uji klinik fase III), netralisasinya 99,52 persen pada orang dewasa, dan 100 persen pada lansia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved