Rabu, 29 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Minta Maaf, Korban Keracunan Program MBG Akan Dipulihkan

Pemerintah Minta Maaf, Korban Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Akan Dipulihkan

Editor: Joanita Ary
WartaKota/Alfian Firmansyah
PROGRAM MBG -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah bergerak cepat menanggapi serangkaian kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah. Dalam konferensi pers di ruang wartawan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025), Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada para korban dan keluarga yang terdampak. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah bergerak cepat menanggapi serangkaian kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Dalam konferensi pers di ruang wartawan Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (19/9/2025), Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama kepada para korban dan keluarga yang terdampak.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Saat ini prioritas utama kami adalah memastikan pemulihan korban berjalan baik dan cepat,” ujar Prasetyo.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah konkret, mulai dari perawatan medis bagi para korban hingga pendampingan psikologis untuk keluarga.

Kementerian Sekretariat Negara juga tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah, guna memastikan setiap kasus mendapat penanganan sesuai standar keselamatan pangan.

Selain fokus pada pemulihan korban, Prasetyo menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan dapur dan mekanisme distribusi makanan dalam program MBG.

Pemerintah, kata dia, tidak ingin insiden serupa terulang di kemudian hari.

“Kami melakukan evaluasi dari hulu ke hilir, termasuk penyedia bahan baku, proses memasak, hingga distribusi. Semua aspek harus diperketat pengawasannya,” ucapnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki angka kerentanan pangan cukup tinggi.

Namun insiden keracunan yang menimpa sejumlah peserta dalam beberapa pekan terakhir memicu sorotan publik terhadap sistem pengawasan dan jaminan keamanan pangan di program ini.

Prasetyo memastikan bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap kritik masyarakat.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan perbaikan tata kelola menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG.

“Ini adalah program yang penting dan bernilai. Karena itu, justru setelah insiden ini, kita harus memastikan pengawasan lebih ketat dan kualitas lebih terjamin,” ujarnya menambahkan.

Dengan langkah pemulihan korban dan evaluasi menyeluruh, pemerintah berharap ke depan program MBG dapat berjalan lebih baik, aman, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved