Breaking News:

Larangan Mudik Membuat Perusahaan Bus di Terminal Kampung Rambutan Meradang

Larangan mudik membuat pengurus Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur banyak yang meradang. 

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Max Agung Pribadi
WARTA KOTA/JUNIANTO HAMONANGAN
Pengelola Terminal Kampung Rambutan menyediakan rapid test antibodi bagi calon penumpang bus yang akan berangkat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Adanya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 nanti membuat banyak pengurus Perusahaan Otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur banyak yang meradang. 

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jony mengatakan para PO di Terminal Kampung Rambutan tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa dengan adanya larangan tersebut. 

"Dari PO mereka memang agak kecewa,” ujar Made, Jumat (23/4/2021). 

Baca juga: Pemudik Tujuan Jawa Mulai Padati Terminal Bus Kampung Rambutan

Namun Made menuturkan para PO memahami kondisi yang ada seperti sekarang dikarenakan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

“Tujuannya adalah menekan dan mengurangi Covid-19 yang saat ini jangan sampai meningkat lagi dengan adanya mudik,” tuturnya. 

Sementara itu jumlah keberangkatan penumpang di Terminal Kampung Rambutan selama pandemi Covid-19 belum menunjukkan perubahan. 

Baca juga: Imbas Larangan Mudik, Sopir Bus AKAP di Terminal Bayangan Parung Bogor Mulai Resah

Sebelum pandemi, ada 2.500-3.000 orang per harinya yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan.

Sementara selama pandemi, hanya berkisar 800 orang per harinya.

Perusahaan bus babak belur menghadapi penurunan penumpang yang begitu drastis ini.

Baca juga: Dinas Perhubungan Kota Bekasi Sekat Beberapa Titik Ruas Jalan Akibat Larangan Mudik Lebaran

Karena itu larangan mudik menjadi tamparan keras bagi para pengusaha angkutan, terutama para awak kendaraan yang berharap menangguk rezeki tahunan pada musim mudik Lebaran.

"Semenjak bulan Ramadan ada penurunan sekitar 8-9 persen. Keberangkatan penumpang sekarang per harinya itu sekitar 400-500 penumpang," kata Made. 

Penurunan keberangkatan penumpang tersebut membuat para pengusaha perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan kelabakan mempertahankan usahanya. 

Baca juga: Penumpang Sepi Imbas Larangan Mudik, Para PO Bus di Terminal Bayangan Cimanggis Menjerit

"Ada PO bus yang sebelum pandemi Covid-19 baru membeli armada baru tapi sekarang dijual untuk menutupi biaya operasional karena adanya penurunan keberangkatan penumpang," ujarnya.

Adanya kebijakan pembatasan jumlah penumpang bus maksimal 50 persen dari kapasitas kursi sangat berdampak sekali.

Sementara harga tiket yang dijual tidak sebanding dengan operasional. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved