Breaking News:

Mau Nekat Curi Start Mudik? Siap-siap Dikarantina 5 Hari, Lokasinya Pemerintah yang Tentukan

Lokasi karantinanya bukan di rumah masing-masing tapi i di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kepala Terminal Tanjung Priok, Muzofar Surya Alam melakukan sosialisasi larangan mudik bagi pengurus PO dengan memberikan salinan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021, di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -Pemerintah semakin mempersempit gerak masyarakat untuk melakukan mudik, bahkan untuk curi start mudik sekalipun.

Pasalnya, selain telah menetapkan jadwal larangan mudik yang dimulai 6-17 Mei 2021 mendatang, pemerintah melalui Kepolisian RI juga akan menyiapkan tindakan bagi yang mencuri start mudik.

Di mana masyarakat yang nekat curi start mudik nantinya akan diminta karantina selama lima hari.

Baca juga: Kecolongan Derek Liar Masuk Jalan Tol dan Lakukan Pemerasan ke Pengendara, Ini Tanggapan Jasa Marga

Baca juga: Digerebek Warga saat Datangi Rumah Staf Wanitanya Tengah Malam, Pak Kades Ini Ngumpet di Plafon

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Digelar Pekan Ini, Nama Ahok Mencuat Duduki Posisi Menteri Investasi?

"Pada hakekatnya sebelum tanggal 6 tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, Jumat (16/4/2021).

Lokasi karantinanya bukan di rumah masing-masing tapi i di tempat yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

"Karena wilayah tujuan mudik menyiapkan karantina selama lima hari sesuai SE Nomor 13 Satgas Covid-19," katanya.

Polri merevisi pernyataan beberapa waktu lalu yang memperbolehkan masyarakat mudik sebelum pemberlakuan pelarangan mudik lebaran yang dimulai sejak 6-17 Mei 2021.

"Sebelum tanggal 6 Mei ya silakan saja. Kita perlancar, setelah tanggal 6 Mei mudik gak boleh. Kita sekat itu," kata Istiono, Kamis lalu.

Istiono menjelaskan pihaknya hanya melakukan sosialisasi pelarangan mudik lebaran sebelum tanggal 6 Mei 2021. Operasi sosialisasi itu dalam payung Operasi Keselamatan 2021.

"Saya sampaikan bahwa sebelum tanggal 6 Mei ini kita sudah lakukan Ops keselamatan. Ops keselamatan ini bertujuan untuk mengingatkan, sosialisasi supaya tidak mudik di tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021," jelas dia.

Setelah 6 Mei 2021, Polri baru akan melarang masyarakat untuk mudik lebaran. Nantinya, 333 titik pos penyekatan akan baru mulai dibentuk untuk menghalau pemudik.

Halaman
123
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved