Berita Internasional
Girangnya DPR AS Saat Pemungutan Suara Tolak Perang Iran Menang
Mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) sepakat agar perang dengan Iran segera dihentikan.
WARTAKOTALIVE.COM - Mayoritas anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) sepakat agar perang dengan Iran segera dihentikan.
Kesepakatan itu diambil dalam pemungutan suara di DPR AS pada Rabu (3/6/2026).
Suasana pembacaan hasil pemungutan suara pun riuh saat DPR AS memenangkan penolakan perang dengan Iran yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump.
Dari hasil pemungutan suara, 211 anggota DPR AS menolak perang dan 207 setuju untuk melanjutkan perang.
Uniknya empat anggota Partai Republik yang merupakan partai Donald Trump menolak perang dengan Iran.
Pemilihan suara ini semakin memojokkan keputusan Donald Trump yang mengirimkan serangan ke Iran.
Ada empat anggota Partai Republik yang menolak perang dari Iran Perwakilan Warren Davidson dari Ohio, Brian Fitzpatrick dari Pennsylvania, Tom Barrett dari Michigan, dan Thomas Massie dari Kentucky yang kemudian bergabung dengan Partai Demokrat untuk mengadopsi resolusi tersebut.
Sementara semua anggota Partai Demokrat yang hadir memberikan suara untuk menghentikan serangan militer AS terhadap Iran.
Namun demikian pemungutan suara ini sebagian besar bersifat simbolis sebagai pesan yang kuat kepada pemerintah bahwa perang ini bersifat ilegal.
Resolusi bersama ini tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak diajukan kepada presiden atau tunduk pada veto.
Baca juga: Donald Trump Akui Bentak-bentak Netanyahu Karena Lebanon
“Kongres telah mengikuti Konstitusi hari ini -- Demokrat dan Republik mengatakan sudah cukup. Sudah waktunya untuk mengakhiri perang ini. Sudah waktunya bagi presiden untuk memberi tahu rakyat Amerika mengapa kita memasuki perang ini,” kata Gregory Meeks, anggota Demokrat senior di Komite Urusan Luar Negeri DPR.
Ini juga adalah kali keempat DPR AS mengadakan pemungutan suara mengenai resolusi kewenangan perang Iran yang dipimpin oleh Partai Demokrat sejak dimulainya perang.
Semua upaya sebelumnya gagal tipis di DPR, termasuk pada 14 Mei ketika resolusi serupa gagal karena hasil suara seri.
“Saya pikir ini adalah prospek yang sangat berbahaya untuk mencabut kemampuan pemerintah dan panglima tertinggi untuk bernegosiasi saat ini,” kata Ketua DPR Mike Johnson menjelang pemungutan suara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/DPR-AS-Trump.jpg)