Berita Nasional

Zulfikar Achmad Minta Terorisme Tak Dikaitkan dengan Agama: Mereka Tak Punya Iman dan Akal Sehat

Zulfikar Ahmad menekankan bahwa jangan pernah mengkaitkan terorisme dengan agama apapun terlebih lagi agama Islam.

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Zulfikar Achmad melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan bernegara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Selasa (6/4/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAMBI-- Anggota MPR RI Drs. H. Zulfikar Achmad mengingatkan tentang bahaya paham radikalisme yang bisa menjurus kepada aksi terorisme.

Ia menyebut, masyarakat harus mampu memisahkan antara tindakan terorisme dan agama.

Sebab, ia menilai, aksi terorisme dilakukan oleh sekelompok orang yang mempunyai misi tertentu.

Hal tersebut Zulfikar sampaikan ketika melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan bernegara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Ternyata Karena Ini Hotma Sitompul Bangun Tembok yang Pisahkan Rumahnya dengan Rumah Desiree Tarigan

Baca juga: Ketua Umum MUI: Aksi Terorisme di Wilayah Damai Bentuk Keputusasaan, Bukan Cari Kesyahidan

Zulfikar Achmad melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan bernegara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Selasa (6/4/2021).
Zulfikar Achmad melakukan sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan bernegara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi Selasa (6/4/2021). (Istimewa)

Dalam kesempatan sosialiasasi empat pilar kali ini beliau mengenang kembali kejadian terorisme yang pernah terjadi di tanah air.

ZA menekankan bahwa jangan pernah mengkaitkan terorisme dengan agama apapun terlebih lagi agama Islam.

“Tidak ada agama apapun yang membenarkan aksi teroris, hanya orang-orang yang tidak punya iman dan tidak punya akal sehat yang mau menjadi teroris," ujar ZA melalui keterangan tertulis.

Kegiatan empat pilar yang dilaksanakan di aula desa Pematang Rahim ini berjalan dengan antusias besar oleh berbagai kalangan masyarakat dan peserta yang hadir.

Sebanyak 150 peserta mengikuti protokol kesehatan yang telah diatur pemerintah.

Mereka yang hadir saat itu sangat mengutuk aksi teroris yang mencoba meruntuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: BNPT Paparkan Tiga Indikator Orang yang Terjangkit Paham Radikalisme Terorisme

ZA menambahkan, empat pilar merupakan tiang dalam bernegara dimana harus diperkuat dan dipegang dengan teguh oleh seluruh warga Negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dengan modal tersebut maka kita tidak mudah terprovokasi dengan paham radikalisme dan terorisme yang mencoba memecah belah persatuan,” ungkapnya

Dengan adanya sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan salah satu langkah untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga perbedaan baik agama, suku, ras dan status sosial agar tidak adanya kesalahpahaman dalam berkehidupan bersosial.

Baca juga: Terduga Teroris Ini Mengaku Rancang Pelemparan Air Keras kepada Polisi, Juga Isi Ilmu Kebal

Baca juga: MIRIS, Produk China Banjiri Pasar Indonesia, tapi di China Produk Indonesia Tak Laku, Ini Sebabnya

Sehingga akan terbentuk tatanan sosial yang harmoni, aman dan tentram tanpa adanya pertikaian ataupun terbentuknya komunitas – komunitas yang mengundang permusuhan.

ZA juga berharap pelaku-pelaku teroris semakin sadar dan mengakui bahwa apa yang dilakukan adalah perbuatan yang sia-sia dan sangat meresahkan bagi banyak orang.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved