Berita Nasional
Zulfikar Achmad Minta Terorisme Tak Dikaitkan dengan Agama: Mereka Tak Punya Iman dan Akal Sehat
Zulfikar Ahmad menekankan bahwa jangan pernah mengkaitkan terorisme dengan agama apapun terlebih lagi agama Islam.
Ia juga meminta masyarakat Indonesia semakin cerdas memaknai teroris itu adalah bagian dari komunitas yang bukan berbasis pada agama tetapi komunitas brutal yang tidak punya hati nurani.
BNPT beberkan 3 indikator seseorang terjangkit paham radikalisme
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid membeberkan tiga indikator orang-orang yang terjangkit radikalisme terorisme.
Indikator pertama, kata Ahmad, adalah mereka ingin mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi agama menurut versi mereka.
Selain itu, lanjut dia, mereka juga ingin mengganti sistem pemerintahan dengan segala cara.
Hal itu, kata Ahmad, karena radikalisme sejatinya merupakan paham yang menginginkan penggantian tatanan sosial politik yang sudah mapan dengan cara-cara ekstrem atau kekerasan.
Indikator kedua, kata dia, mereka takfiri yang berciri intoleran, cenderung anti budaya kearifan lokal, senang melabel kelompok di luar mereka sesat dan kafir.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Nurwakhid ketika berbincang dengan Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network Domuara D Ambarita di kantor redaksi Tribunnews Jakarta pada Kamis (1/4/2021).
"Kemudian yang ketiga kecenderungan mereka lemah di bidang akhlak, perilaku, budi pekerti. Mereka lebih menonjol pada hal-hal yang sifatnya ritual keagamaan, identitas keagamaan, tampilan luar keagamaan. Jadi ritual formal keagamaan tapi lemah spiritual keagamaan," kata Ahmad.
Baca juga: Soroti Aksi Terduga Teroris, Ustaz Haikal Hassan: Tidak Ada Konsep Bunuh Diri dalam Islam
Untuk itu, kata Ahmad, radikalisme terorisme mengatasnamakan agama adalah cermin dari krisis spiritual dalam beragama.
Ia pun menegaskan aksi terorisme tidak ada kaitannya dengan agama apapun baik kejadian yang terjadi baru-baru ini di Gereja Katedral Makassar maupun di Mabes Polri Jakarta.
Namun demikian, kata Ahmad, aksi teror tersebut terkait dengan pemahaman dan cara beragama umatnya dan biasanya didominasi dengan umat beragama yang menjadi mayoritas di suatu wilayah.
"Jadi sekali lagi kita harus samakan persepsi, kita harus fair dalam hal ini, sekali lagi ini tidak ada kaitannya dengan agama apapun tapi sangat terkait dengan pemahaman, cara beragama, umat beragama dalam konteks ini Islam," kata Ahmad.