Bulan Suci Ramadan

PANDUAN Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H di Masa Pandemi, Kuliah Subuh Paling Lama 15 Menit

Surat edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam Bulan Ramadan.

Penulis: Yaspen Martinus | Editor: Yaspen Martinus
row pixel
Kementerian Agama menerbitkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah di masa pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Agama menerbitkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah di masa pandemi Covid-19.

Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Musala.

Surat edaran ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Djoko Tjandra Pikir-pikir Dulu, Jaksa Juga Ikutan

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan."

"Sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19," ujar Yaqut melalui keterangan tertulis, Senin (5/4/2021).

Surat edaran ini melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam Bulan Ramadan, dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang.

Baca juga: Dua Tahun Buron, Samin Tan Akhirnya Diciduk KPK

Berikut ini panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah di masa pandemi Covid-19:

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar'i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 5 April 2021: 3.712 Pasien Baru, 5.800 Sembuh, 146 Meninggal

3. Dalam hal kegiatan buka puasa Bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan, dan menghindari kerumunan.

4. Pengurus masjid/musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/musala.

Baca juga: BREAKING NEWS: Djoko Tjandra Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar-jemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

b. Pengajian/ceramah/tausiah/kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved