Minggu, 19 April 2026

Kesehatan

Keharmonisan Keluarga Kunci Hadapi Stres dan Kecemasan Ibu saat Pandemi Covid-19

Studi dari UN Women menyatakan, 57 persen wanita mengalami peningkatan stres dan kecemasan saat pandemi virus corona.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Fortune
Ilustrasi ibu bekerja di rumah sambil mengasuh anak. Saat pandemi virus corona, peran ibu di rumah menjadi semakin banyak. Akibatnya, banyak ibu di rumah mengalami stres. 

Dana darurat bisa membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan dana kesehatan dapat mencegah dana darurat tergerus oleh biaya berobat.

 “Tak ada kata terlambat. Yang harus mulai dilakukan oleh ibu adalah menyusun rencana keuangan yang baik dan mengetahui komposisi yang tepat, serta disiplin dalam penerapannya," katanya. 

Baca juga: Bella Shofie Stres Saat Kelola Bisnis Busana Akibat Pandemi, Ini yang Membuatnya Bisa Semangat Lagi

Psikolog Tiara Puspita M Psi mengatakan, ibu kerap kali harus bersentuhan dengan berbagai macam tantangan, bahkan sebelum pandemi melanda.

Kekhawatiran kesejahteraan anak, kurang istirahat, tidak cukup 'Me Time', serta berbagai permasalahan yang ibu hadapi saat pandemi jelas membuat ibu semakin kewalahan.

Kemampuan menyadari pikiran, emosi dan mengenali kemampuan fisik dan mental pada momen pandemi ini menjadi kunci agar ibu mampu beradaptasi.

Jika memiliki kemampuan itu, ibu bisa fokus dan mengendalikan situasi, bukan memikirkan hal-hal tidak pasti.

Tiara mengatakan, ada 3 hal yang dapat ibu lakukan agar bangkit dari situasi krisis  dan tangguh menjalani perannya selama masa menantang ini:

1.  Self-care

Ibu dapat mengurangi rasa stres dan cemas dengan lebih peduli terhadap dirinya.

Selain memanjakan diri, ibu bisa melakukan meditasi untuk membuat tubuh lebih rileks dan mendapatkan kembali fokus.

Menempatkan kondisi fisik dan emosional sebagai prioritas, mampu membantu ibu mencapai kebahagiaan dan kesehatan optimal untuk dirinya dan keluarga

2. Ciptakan keharmonisan keluarga

Ketika ibu mencontohkan hubungan penuh kasih dengan ayah dan anak-anak, mereka akan merasa lebih aman dan dicintai.

Bahasa positif, aktif mendengarkan, dan empati bukan saja membantu menciptakan lingkungan keluarga damai dan bahagia pada saat-saat stres seperti sekarang.

Namun juga dapat mempermudah ibu dalam melakukan pembagian tugas dengan seluruh anggota keluarga.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved