Berita Tangsel
Kematian Bisa Datang Kapan Saja, Kuli Bangunan di Serpong Tewas Kesetrum saat Menyeduh Kopi
Saat merebus air untuk kopi, kuli bangunan di Serpong justru jatuh tersengkur ke lantai masjid
WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - Seorang pria berprofesi sebagai pekerja bangunan tewas tersetrum saat sedang merebus air dengan teko listrik di Masjid As-Sajadah Komplek Villa Melati Mas, Lengkong Karya, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Serpong, Iptu Lutfi Hayata saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya.
Menurutnya korban tersebut merupakan seorang pria yang bernama Omsin (38).
Baca juga: Dulu Dihormati, Pak Kades di Tangerang Kini Menanggung Malu usai Digrebek Polisi saat Pesta Sabu
Baca juga: Terlibat Bentrok Berdarah dengan Pendekar PSHT, 3 Anggota Kelompok Kupang Dilarikan ke Rumah Sakit
"Meninggal kesetrum. Kan dia kuli lagi mau nyeduh kopi, masak air pakai teko listrik," kata Lutfi saat dikonfirmasi, Serpong, Kota Tangsel, Rabu (1/4/2021).
Lutfi menuturkan kronologi peristiwa seorang pekerja bangunan itu.
Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Jokowi Sambangi Pamulang untuk Meresmikan Tol Serpong-Cinere dan Cengkareng-Kunciran
Awal mula korban sehabis bekerja berniat untuk membuat kopi dengan merebus air menggunakan alat pemasak listrik.
Namun setelah merebus air, korban justru jatuh tersengkur ke lantai masjid hingga sejumlah pekerja lain mencoba membantunya.
Baca juga: UPDATE, Warga Cengkareng yang Dibakar Hidup-hidup Tetangga Akibat Persoalan Asmara, Meninggal Dunia
Baca juga: Aa Gym Cabut Gugatan Cerai padahal Sudah Jatuhkan Talak Tiga, Pihak Teh Ninih Bingung
Nahas, nyawa korban tak dapat terselematkan akibat tersengat dari aliran listrik teko tersebut.
"Setelah mengangkat teko tersebut, tiba-tiba korban terjatuh akibat tersengat aliran listrik, kemudian saksi Sriyanto yang melihat korban terjatuh langsung mengakat secara spontan," jelas Lutfi.
"Dan merasakan sengatan aliran listrik tersebut. Setelah itu korban tak sadarkan diri, dan saksi langsung mencabut aliran listrik tersebut, setelah itu melaporkan ke pengurus masjid komplek Villa Metali Mas Blok SR," pungkasnya.
Remaja di Bekasi tewas kesetrum listrik
Sementara itu, di waktu dan lokasi terpisah, sempat viral video pelajar di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tewas tersetrum. Korban tewas karena asik bermain aplikasi video TikTok di lantai tiga rumah, korban tak sengaja memegang kabel listrik.
Video viral di akun media sosial instagram dan facebook, dalam video itu memperlihatkan seorang remaja berada diujung pembatas tembok di lantai tiga sebuah rumah dalam posisi terlentang.
Tangan kiri korban menyentuh kabel, serta keluar asap dari tangan dan tubuhnya.
• Ditemukan Jasad Siswi SMP di Kota Tangerang, Ciri-Ciri Berkerudung Hitam dan Memakai Anting Mutiara
• Tiga Zona Merah di Jateng, Ganjar Pranowo: Jangan Buru-buru Terapkan Normal Baru
• Tim Mitigasi Bencana di Mal Dilengkapi Baju Hazmat bila Evakuasi Pengunjung yang Pingsan
• Nazaruddin Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin, Bandung
Kapolsek Cikarang Barat, AKP Akta Wijaya mengatakan peristiwa itu terjadi di Perum
Regensi 2, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, pada Senin (15/6/2020) sekira pukul 15.00 WIB.
Korban berinisial D bersama R ketika itu tengah bermain ke rumah temannya inisial B
"Jadi main berdua ke rumah temennya B yang lagi direnovasi itu, lagi main engga sengaja kesentuh kabel," kata Akta, pada Selasa (16/6/2020).
Saat tengah asik bermain di lantai tiga rumah temannya, korban tak sengaja menyentuh kabel listrik yang jarak dekat dengan atap lantai tiga rumah temannya tersebut.
"Kabel listriknya itu dia panjang begitu dipegang karena jaraknya dekat, makanya kesetrum, apalagi tegangan tinggi," tutur Akta.
• Inilah Cara dan Tahapan Pendaftaran Jalur Prestasi Nonakademik di PPDB Online Jakarta 2020
• Edukasi Seksual : Data Sebut 8 dari 10 Istri Tidak Orgasme saat Berhubungan dengan Suami
Teman korban berinisal R sempat berteriak meminta pertolongan dan membantu ketika korban tersetrum.
Akan tetapi R terpental dan ikut mengalami luka bakar. Sedangkan D meninggal dunia dengan luka bakar separuh badannya.
"Temennya yang satu lagi masih syok, kan sempet terpental dan tangannya ikut kebakar juga. Sekarang lagi dirawat di RS, kalau D meninggal di tempat kejadian," jelas Akta.
Kepolisian masih mendalami kasus ini, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi. Untuk teman korban belum dapat diperiksa karena kondisi masih syok dan tengah dirawat di rumah sakit.
"Keluarganya juga masih syok. Ketika sudah tenang baru diminta keterangan," imbuh Akta.
Akta menerangkan bahwa pihaknya juga akan meminta klarifikasi dati PLN terkait tegangan listrik yang cukup tinggi dan berjarak dekat dengan rumah.
• Detik-detik Kelompok Kupang Bentrok Sengit dengan Pendekar PSHT di Tangerang, Empat Orang Terluka
"Karena memang tegangan tinggi tuh makanya kita sedang tindak lanjut untuk klarifikasi ke PLN bagaimana kelanjutannya, antipasi agar tidak terjadi begini," papar dia.