Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Terorisme

L dan YSF, Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, Baru Menikah 6 Bulan

Dari data yang diperoleh, kata Argo, keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

Tayang:
ISTIMEWA
L (pria) dan SYF, terduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021). 

WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Identitas dua pelaku bom bunuh diri yang tewas di depan halaman Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, perlahan-lahan mulai terungkap.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan.

Dari data yang diperoleh, kata Argo, keduanya adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

Baca juga: Tak Ada Pemicu, Polisi Pastikan Benda Mencurigakan di Rumah Ahmad Yani Bom Palsu

"Betul pelaku pasangam suami istri, yang baru menikah enam bulan," kata Argo, Senin (29/3/2021).

Pasca-bom bunuh diri itu, beredar foto seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic, berboncengan dengan seorang wanita.

Motor dengan nomor polisi DD 5984 MD tersebut tampak hancur.

Baca juga: Kecanduan Narkoba, Pria Ini Begal Handphone Lalu Dijual, Hasilnya Buat Beli Sabu

Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut berinisial L, sedangkan yang wanita berinisial YSF, dan pekerjaan mereka adalah swasta.

"Penyelidikan masih terus dilakukan, termasuk mengungkap pelakunya lainnya," ujar Argo.

Argo mengatakan, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya, termasuk rumah pelaku.

Baca juga: Effendi Simbolon: Megawati Kromosom PDIP, di Kos-kosan Sebelah Pendirinya Masih Dipertentangkan

"Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan." "

"Kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," tuturnya.

Menurut Argo, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo, Filipina.

Baca juga: Partai Demokrat Tuding KLB Deli Serdang Hanya Soal Dendam Nazaruddin karena Tidak Dilindungi SBY

"Pelaku berafiliasi dengan JAD," ucapnya.

Sementara, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang.

13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar, dan 2 lainnya di RS Siloam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved