Partai Politik

Partai Demokrat Tuding KLB Deli Serdang Hanya Soal Dendam Nazaruddin karena Tidak Dilindungi SBY

Taufik berharap agar negara segera hadir dan menghentikan upaya pengambilalihan Partai Demokrat oleh Jhoni Allen Marbun Cs.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive.com/Alex Suban
Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Max Sopacua (kanan) menyampaikan keterangan pers di kawasan Wisma Atlet Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). Dalam konferensi pers tersebut dibahas tentang situasi terkini Partai Demokrat versi KLB. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bakomstra DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Taufik Rendusara angkat bicara terkait konferensi pers yang digelar kubu Moeldoko di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Awalnya, Taufik menyoroti ucapan Max Sopacua yang menyebut pengungkapan kasus megakorupsi proyek Hambalang Sport Center sebagai penyebab Partai Demokrat hancur.

"Pintar itu ada batasnya, bodoh itu tak bertepi."

Baca juga: BREAKING NEWS: KPK Akhirnya Tahan Mantan Dirut Pelindo II RJ Lino Setelah 6 Tahun Jadi Tersangka

"Kenapa demikian? Karena mereka kumpul di sana seperti anak TK yang mau reunian."

"Marzuki, Max, Nazar, Johni, pernah diperiksa KPK RI (terkait Hambalang)," ujar Taufik dalam pernyataan yang diterima Tribunnews, Sabtu (27/3/2021).

"Juga ingin mengingatkan di zaman mereka jadi pengurus dan pejabat, Partai Demokrat hancur berantakan karena kasus korupsi Hambalang," sambung Taufik.

Baca juga: Ini Alasan Polri Baru Umumkan Kematian Polisi yang Jadi Terlapor Kasus Unlawful Killing Anggota FPI

Taufik mengatakan, kongres luar biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, yang diinisiasi Jhoni Allen Marbun Cs beberapa waktu lalu, dilandasi dendam Muhammad Nazaruddin dari balik jeruji besi.

Menurut Taufik, Nazaruddin menyimpan dendam kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lantaran tidak mendapatkan perlindungan saat terjerat kasus korupsi.

"KLB dagelan hanya soal dendam Nazaruddin dari balik jeruji."

Baca juga: Megawati Siap Diganti Sebagai Ketua Umum, PDIP Tak Risaukan Suksesi Kepemimpinan

"Iya dendam, karena tidak dilindungi Pak SBY selaku presiden dari Partai Demokrat saat itu," ujar Taufik.

Taufik menegaskan, SBY semasa menjabat Presiden RI, tidak pernah pandang bulu dalam memberantas korupsi.

"Pak SBY tak pandang bulu ketika menjadi presiden, semua pelaku korupsi masuk penjara."

Baca juga: 22 Tahun Jabat Ketua Umum, Megawati Mengaku Siap Diganti Asal PDIP Tetap Jadi Partai Andalan

"Jangan samakan Pak SBY dengan presiden lainnya yang suka melindungi koruptor."

"Korupsi kok minta dilindungi," imbuh Taufik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved