Polisi Bakal Panggil Warganet Bandel Ogah Hapus Unggahan Langgar UU ITE Meski Sudah Ditegur Dua Kali

Sejauh ini, Ahmad menyatakan ada 12 akun yang telah mendapatkan peringatan kedua dari petugas virtual police.

Editor: Yaspen Martinus
www.colourworks.co.za
Ada 12 akun yang telah mendapatkan peringatan kedua dari petugas virtual police. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri bakal bersikap tegas terhadap warganet pelanggar UU ITE, yang masih bandel menolak menghapus konten unggahannya, usai dapat peringatan kedua dari virtual police.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan, pihaknya akan memanggil warganet tersebut untuk diklarifikasi, jika masih menolak menghapus unggahannya usai mendapatkan peringatan sebanyak dua kali.

"Kan peringatan pertama 1x24 jam, setelah peringatan pertama belum diindahkan, diberikan kedua."

Baca juga: Sudah 89 Akun Medsos Ditegur Polisi Virtual Termasuk 1 WhatsApp, Banyak yang Langsung Menghilang

"Setelah peringatan kedua enggak, dalam proses-proses itu kita melakukan panggilan untuk klarifikasi," kata Ahmad kepada wartawan, Minggu (14/3/2021).

Sejauh ini, Ahmad menyatakan ada 12 akun yang telah mendapatkan peringatan kedua dari petugas virtual police.

Sementara, 40 akun masih dalam tahapan mendapatkan peringatan pertama.

Baca juga: Pemerintah Diminta Percepat Vaksinasi Sebelum Covid-19 Bermutasi Lebih Banyak Lagi

"Tujuannya apa? memberikan edukasi, peringatan."

"Jangan sampai postingan-postingan tersebut berpotensi menjadi tindak pidana bagi yang memosting tersebut dan tentu efeknya yang kita cegah," tuturnya.

Jangan Berdebat

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto berharap netizen yang ditegur karena melanggar UU ITE oleh personel virtual police, bisa sadar tanpa mendebat petugas.

Namun begitu, Agus Andrianto mengaku pihak kepolisian tetap menghormati masyarakat yang menyanggah ataupun mendebat teguran yang disampaikan oleh petugas virtual police.

"Menyanggah kan hak mereka, namun yang disampaikan oleh anggota yang tergabung dalam virtual police tersebut tentu terkait konten yang di-upload."

Baca juga: Lagi, Bareskrim Tolak Laporan yang Permasalahkan Kerumunan Jokowi di NTT

"Kesadaran yang diharapkan, bukan berdebat di dunia maya," kata Agus kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Agus mengingatkan warganet yang masih bandel menolak menghapus kontennya, dapat berbuntut panjang jika unggahannya dilaporkan secara hukum oleh pihak lain.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved