Amandemen UUD 1945
Arief Poyuono: Utang Indonesia Makin Menumpuk Sejak Jabatan Presiden Dua Periode
Mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono setuju masa jabatan presiden diubah menjadi tiga periode.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono setuju masa jabatan presiden diubah menjadi tiga periode.
Menurutnya, rakyat Indonesia sudah terbiasa dipimpin oleh presiden dengan masa jabatan lebih dari dua periode, seperti di era Soekarno dan Soeharto.
"Sepanjang sang raja dan keluarganya dan antek-antek tidak membuat rakyat susah, maka rakyat tidak akan berontak atau ingin ganti raja," kata Arief kepada Tribunnews, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Ini Makna Istilah Mutasi, Varian, dan Strain Covid-19
"Sejak era demokratisasi dan jabatan presiden dua periode itu, jumlah utang Indonesia makin menumpuk, dibandingkan dengan era Sukarno dan Suharto."
"Dan tidak sebanding dengan kemajuan masyarakatnya," papar Arief.
Arief menuturkan, masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan sistem demokrasi monarki.
Baca juga: Sudah 89 Akun Medsos Ditegur Polisi Virtual Termasuk 1 WhatsApp, Banyak yang Langsung Menghilang
"Jadi masa jabatan presiden perlu tiga periode," ucapnya.
Menurut Arief, masa jabatan dua periode hasil copy paste dari konstitusi Amerika Serikat.
"Padahal ya Amerika Serikat itu sangat berbeda landskap politiknya, keadaan masyarakatnya, kepartaiannya dengan di Indonesia," tambahnya.
Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Takkan Kehilangan Panggung Bila Pilkada Digelar 2024, Ini Alasannya
Arief menuturkan, pembatasan jabatan presiden untuk dua periode tidak cocok diterapkan di Indonesia.
Malah, kata dia, akhirnya membuat pemerintahan yang dibentuk dari pemilu tidak efektif dan berdampak pada lambatnya pembangunan di Indonesia.
"Presiden terpilih sibuk dagang kebo dalam mengurus parpol-parpol yang mengusungnya, dan menyuburkan korupsi di pemerintahan," tambah Arief.
Baca juga: Tak Timbulkan Korban Jiwa Seperti Pemilu 2019, Pilkada 2020 Jadi Pelajaran untuk Gelar Pemilu 2024
Mantan Ketua MPR Amien Rais sebelumnya mengungkapkan kecurigaan adanya usaha dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguasai semua lembaga tinggi negara.
Hal itu ia sampaikan melalui akun YouTube Amien Rais Official, seperti dikutip pada Minggu (14/3/2021).
"Tentu ini sangat berbahaya."
Baca juga: Komisarisnya Diperiksa Kejagung, Sriwijaya Air Pastikan Tak Terlibat Kasus Korupsi Asabri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170803-wakil-ketua-umum-partai-gerindra-arief-poyuono_20170803_095016.jpg)