Berita Nasional
Sebut Nahdlatul Ulama Kerap Hadir di Tengah Kehidupan Bangsa, Sekjen Partai Gerindra: Kita Bersyukur
Kebedaraan Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia, papar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, wajib disyukuri.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kebedaraan Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia, papar Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, wajib disyukuri.
Sebab, ujar Ahmad Muzani, dari ulama kiai, hingga NU kerapkali campur tangan dalam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzani saat hadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang NU Kota Tangerang, pada Minggu (7/3/2021).
"Kita bersyukur kepada Tuhan, NU dalam sejarahnya tanpa diminta selalu hadir di tengah-tengah kehidupan bangsa," ujar Ahmad Muzani yang juga selaku Wakil Ketua MPR.
Baca juga: Hari Lahir ke-95 Nahdlatul Ulama, Sekjen Partai Bulan Bintang: NU Telah Hadir dengan Islam Moderat
Baca juga: Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama, Anies: Terus Berikan Pesan-pesan yang Meneduhkan dan Mempersatukan
Baca juga: Alasan PDI Perjuangan Gelar Harlah Nahdlatul Ulama Karena Kedekatan Historis Yang Sangat Kuat
Di acara yang juga dihadiri Ketua Harian PBNU KH Marsudi Suhud, Ahmad Muzani memaparkan, sebagai bangsa yang majemuk dan berbhineka terbilang rawan perpecahan.
Menurut Ahmad Muzani, karena masyarakat Indonesia yang berpenghuni di berbagai pulau, punya banyak etnis, ras, bahasa, dan agama.
Maka itu, lanjut Ahmad Muzani, hal tersebut terbilang sangat berpotensi terpecah dan terbelah antara satu sama lain.
"Tetapi, para ulama dan kiai NU tidak pernah berhenti dalam menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin"
"Dalam sejarahnya, para ulama dan kiai selalu menebarkan persatuan, persaudaraan, dan persahabatan di tengah-tengah kehidupan bangsa," ucapnya.
Maka dari itu, lanjut Ahmad Muzani bangsa Indonesia berhutang kepada NU, lantaran bangsa Indonesia hingga saat ini bisa tetap bersatu.
Bahkan saat ini masyarakat tentram dan tenang karena perjuangan banyak pihak.
Salah satu pihak yang tidak boleh dilupakan adalah ulama, kiiai yang sudah tergabung dalam NU.
"Perjuangan para ulama dan kiai dalam memperjuangkan persatuan, perdamaian, persaudaraan tidaklah mudah"
"Tantangannya berat. mereka kerap disalahpahami, salah arti, bahkan di bully oleh sejumlah pihak."
"Namun para kiai, tidak pernah berhenti dan tidak pernah berputus asa untuk terus menebarkan persatuan dan kesatuan bangsa, dan hasilnya sekarang kita rasakan" ujarnya.