Jiwasraya Gagal Bayar

Banding, Terdakwa Kasus Korupsi Jiwasraya Heru Hidayat Tetap Divonis Seumur Hidup

Vonis tingkat banding ini menguatkan amar putusan pengadilan tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum Heru Hidayat dengan hukuman penjara seumur hidup. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tetap menghukum Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, dengan hukuman penjara seumur hidup.

Heru Hidayat terbukti secara bersama-sama melakukan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 16.807.283.375.000,00.

Vonis tingkat banding ini menguatkan amar putusan pengadilan tingkat pertama pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Baca juga: Tolak Dua Laporan Soal Kerumunan Jokowi di NTT, Polri: Tak Ada Pelanggaran Hukum dalam Peristiwa Itu

Sebab, hakim PT DKI Jakarta menolak permohonan banding yang dilayangkan Heru Hidayat.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 30/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt Pst tanggal 26 Oktober 2020 yang dimintakan banding tersebut," sebagaimana putusan PT DKI Jakarta, Senin (1/3/2021).

Perkara ini diadili oleh Ketua Majelis Hakim Haryono dengan anggota Leni Halida dan Lafat Akbar.

Baca juga: Minta Maaf Usai Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah: Demi Allah, Saya Tidak Tahu Apa-apa

Putusan terhadap Heru Hidayat dibacakan pada 24 Februari 2021.

Heru Hidayat juga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus korupsi Jiwasraya.

Selain dipidana seumur hidup, Heru Hidayat juga dijatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti senilai Rp 10.728.783.335.000.

Baca juga: Syarief Hasan: Kalau Ada KLB Partai Demokrat, Itu Abal-abal, Halusinasi Saja

Heru divonis melanggar pasal 3 UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain Heru, ada lima terdakwa lain yang juga mengajukan banding, yakni Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Lalu, mantan Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan; dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.\

Baca juga: Nurdin Abdullah Diciduk KPK, Sekjen PDIP: Banyak yang Kaget dan Sedih

PT DKI Jakarta telah memvonis banding terhadap Hary Prasetyo.

Hukumannya dipotong dari seumur hidup menjadi 20 tahun pidana penjara, dan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved