Breaking News:

Pembunuhan

Lemahnya Pengawasan Perizinan Kafe RM Cengkareng Hingga Insiden Penembakan Disoroti DPRD DKI Jakarta

Pihak DPRD DKI Jakarta menyoroti lemahnya pengawasan perizinan Kafe RM Cengkareng, yang jadi lokasi insiden penembakan hingga menewaskan tiga orang.

WARTA KOTA/DESY SELVIANY
Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan oleh oknum polisi di Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, ditutup permanen, Jumat (29/2/2021). 

Kafe RM yang jadi lokasi penembakan oleh oknum polisi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, ditutup permanen, Jumat (29/2/2021).

Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan oleh oknum polisi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, ditutup permanen, Jumat (29/2/2021).
Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan oleh oknum polisi di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, ditutup permanen, Jumat (29/2/2021). (WARTA KOTA/DESY SELVIANY)

Penutupan kafe itu dilakukan oleh Satpol PP Jakarta Barat, Satpol PP DKI Jakarta, Dinas Pariwisata, PTSP DKI Jakarta, serta RT dan RW setempat.

"Telah laksanakan kegiatan penutupan kegiatan usaha."

"Nama usaha Raja Murah atau RM Cafe. Jenis usaha kafe resto dan bar," terang Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat saat penutupan.

Tamo mengatakan, penutupan kafe itu berangkat dari pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan kafe tersebut.

Usai kejadian penembakan itu, kafe tersebut ketahuan masih buka di atas pukul 00.00 WIB, melanggar ketentuan PSBB.

"Penutupan kafe ini lantaran kafe melanggar protokol kesehatan terkait jam operasional."

"Maka dari itu kami harap tindakan tegas itu dapat menjadi efek jera," ujarnya.

Tamo mengatakan, Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan, sudah mencuri-curi melanggar ketentuan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu diketahui usai kafe tersebut menjadi lokasi penembakan pada Kamis (26/2/2021) dini hari.

Tamo mengatakan, kafe itu buka di atas pukul 23.30 WIB, saat Satpol PP sudah tidak melakukan razia.

"Mereka baru buka curi-curi pukul 11.30 WIB sampai 05.00 WIB."

"Di mana di jam tersebut anggota tidak ada pengawasan," jelasnya usai penutupan, Jumat (26/2/2021).

Sehingga, Tamo memastikan pihaknya rutin menggelar razia lokasi tempat usaha yang melanggar PPKM atau PSBB.

Razia dilakukan merata di delapan kecamatan Jakarta Barat dengan mengerahkan 60 anggota Satpol PP Jakarta Barat.

Setiap harinya, kata Tamo, tiga lokasi usaha ditutup karena melanggar ketentuan protokol kesehatan.

Sehingga, sampai Januari 2021, pihaknya sudah menutup 131 lokasi usaha pelanggar protokol kesehatan.

Kafe RM pun pernah terkena sanksi PSBB sebanyak dua kali pada Oktober 2020.

Sanksi pertama dijatuhkan 5 Oktober 2020, yakni dengan penutupan 1x24 jam.

Kemudian sanksi kedua dijatuhkan pada 12 Oktober 2020, dengan sanksi penutupan 3x24 jam dan denda Rp 5 juta.

Tapi, Tamo mengakui masih ada pelaku usaha yang colong-colongan dengan Satpol PP.

Hal itu lantaran terbatasnya anggota Satpol PP untuk mengawasi.

"Tempat-tempat hiburan Jakarta Barat ini cukup banyak ada 5 ribuan."

"Sehingga kita melakukan pengawasan berpindah-pindah."

"Nah, mungkin ketika itulah mereka melakukan kegiatan kegiatan yang mencoba melanggar aturan," ungkapnya.

Maka itu, karena Kafe RM ketahuan kembali melanggar PSBB saat insiden penembakan, Satpol PP tindak kafe itu dengan menutup permanen sesuai Pergub 3/2021 pasal 28.

Di mana, lokasi usaha yang melanggar PSBB sebanyak tiga kali, dapat disanksi dengan penutupan permanen.

Kronologi

Penyidik Polda Metro Jaya memastikan Bripka CS mabuk minuman keras (miras) saat menembak mati seorang anggota TNI AD dan 2 warga sipil di Cengkareng Barat, Kamis (25/2/2021) dini hari.

Salah satu korban penembakan di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat
Salah satu korban penembakan di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat (istimewa)

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2/2021).

"Tadi sudah disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya, kejadian memang Kamis tadi pagi pukul 4 di daerah Cengkareng Barat."

"Ada 3 korban meninggal dunia di tempat dan satu korban luka," kata Yusri.

"Yang pertama korbannya inisialnya S yang merupakan anggota TNI."

"Kemudian yang kedua Saudara FSS pegawai daripada kafe tersebut, dan Saudara M yang juga pegawai kafe."

"Korban luka Saudara H juga pegawai kafe, sekarang masih dirawat di rumah sakit," jelas Yusri.

Ia menyatakan, jenazah korban meninggal yang dibawa ke RS Polri, akan diambil pihak keluarga setelah proses pemulasaran di RS Polri Kramatjati selesai.

"Konologi kejadian, sekitar pukul 2 dini hari Kamis, Bripka CS memang datang ke sana, ke TKP yang merupakan kafe," tutur Yusri.

Di sana, Bripka CS melakukan kegiatan minum-minuman keras bersama beberapa rekannya.

"Lalu sekitar pukul 4 pagi, karena kafe akan tutup."

"Pada saat akan melakukan pembayaran, terjadi percekcokan antara tersangka Bripka CS dengan pegawai kafe tersebut."

"Dengan kondisi mabuk, tersangka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap 4 orang, di mana 3 meninggal di tempat dan satu luka-luka," bebernya.

Menurut Yusri, pihaknya masih mendalami kasus ini.

"Jadi kita mengharapkan teman-teman media bersabar," ucapnya.

(FAF/M24/Wartakotalive.com)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved