Kriminalitas

Prajurit Kostrad Ditembak Mati Bripka Cornelius, Begini Instruksi Mayjen Dudung dan Dandenma Kostrad

Mayjen Dudung meminta para prajurit tidak terprovokasi dan tetap menjunjung sinergitas TNI-Polri

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Desy Selviany
Lokasi Kafe RM tempat penembakan di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Praka Martinus Riski Kardo Sinurat (30), anggota TNI yang menjadi korban penembakan oknum anggota Polri, Bripka Cornelius Siahaan tercatat sebagai anggota Kostrad TNI AD.

Kepala Penerangan Kodam Jaya (Kapendam Jaya) Letnan Kolonel Arh Herwin menyebutkan, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman sudah memerintahkan Polisi Militer Kodam Jaya mengawal ketat pemeriksaan serta penyidikan yang digelar Polda Metro Jaya.

Tujuannya, memastikan kasus diselesaikan secara hukum dan berkeadilan.

Praka Martinus Tewas Ditembak dari Jarak dekat oleh Polisi Koboy, Dua Anaknya kini Jadi Yatim

“Pesan ini disampaikan agar satuan jajaran di bawah Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu-isu yang dapat merusak stabilitas keamanan di Ibu Kota,” ucap dia.

Dudung menurut Herwin juga mengarahkan adanya patroli bersama antara Garnisun dengan Polda Metro Jaya secara lebih ketat, guna menekan risiko munculnya tindakan-tindakan yang merusak nama institusi, khususnya TNI AD, pasca kejadian in

Ia meminta para prajurit tidak terprovokasi dan tetap menjunjung sinergitas TNI-Polri

Baca juga: KETERLALUAN, Bos Pabrik Gula di Jakarta Barat Cabuli Lima Gadis di Bawah Umur, Begini Modusnya

Permintaan maaf kapolda metro jaya

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran meminta maaf atas insiden penembakan tersebut. 

"Sebagai Kapolda Metro, atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD. Bela sungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini," ujar Fadil, Kamis.

Sejauh ini, Fadil sendiri telah memerintahkan jajarannya untuk mengambil langkah cepat membantu keluarga korban penembakan.

Hal itu diharapkan untuk meringankan beban keluarga korban selama proses pemakaman.

"Saya minta ini dilakukan secara maksimal agar proses pemakaman para korban bisa berjalan lancar dan baik," kata Fadil.

Baca juga: Jokowi Akan Dipolisikan terkait Kerumunan di NTT, Ferdinand: Tidak Ada Unsur Pidana yang Dilanggar

Fadil mengatakan, jajarannya akan mengambil langkah-langkah cepat untuk bisa memproses tersangka secara pidana.

"Seiring dengan hal tersebut, tersangka juga kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota polri," kata Fadil.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved