Minggu, 19 April 2026

Kekurangan Zat Besi Bisa Hambat Mimpi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebanyak 50-60 persen kejadian anemia disebabkan kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010).

ISTIMEWA
Peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC yang digelar secara daring, 18 Februari 2021. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Satu dari tiga anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun, mengalami anemia (Riskesdas 2018).

Sebanyak 50-60 persen kejadian anemia disebabkan kekurangan zat besi (Grantham-McGregor S, 2010).

Hal ini jelas berpotensi menghambat Indonesia yang bermimpi menjadi negara maju saat berumur 100 tahun, pada 2045 mendatang, dan mempengaruhi kualitas Generasi Emas Indonesia.

Baca juga: Begini Teknis Polisi Virtual Tegur Netizen Berpotensi Langgar UU ITE, Bakal Dikirim Pesan Langsung

Dr dr Luciana B Sutanto MS SpGK, dokter spesialis gizi klinis yang juga menjabat President of Indonesian Nutrition Association (INA) mengatakan, kekurangan zat besi dapat membuat anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi.

“Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak," katanya, saat peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, 18 Februari 2021.

Jika tidak ditangani secara tepat, lanjut Dr Luciana, dampaknya bisa permanen.

Baca juga: Kasus Kebakaran Gedung Kejagung, Saksi Ahli Bilang Tak Ada Puntung Rokok Ditemukan Saat Olah TKP

Tapi, hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu.

"Memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi,” ujar Dr Luciana.

Fakta ini membuat PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) yang memiliki misi memberikan akses kemajuan bagi seluruh anak Indonesia, berkomitmen mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak, agar cita-cita mereka tercapai tanpa terkecuali.

Baca juga: KPK Dapat Informasi Manajemen Rumah Sakit Potong Insentif Nakes Hingga 70 Persen

“Kami percaya kemajuan Bangsa Indonesia di masa depan bergantung pada kualitas anak-anak masa kini," ucap Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor.

Terlebih, imbuh Astrid, saat ini anak-anak Indonesia butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan, seperti kondisi kekurangan zat besi.

Sarihusada melalui SGM Eksplor berinovasi dan meluncurkan formula terbaru SGM Eksplor, yaitu SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC.

Baca juga: Surat Edaran Kapolri Soal Penerapan UU ITE Berlaku, Polisi Bakal Mediasi Kasus Cuitan Novel Baswedan

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak."

"Dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi,” tutur Astrid saat peluncuran SGM Eksplor Pro-gress Maxx.

Formula SGM Eksplor Pro-gress Maxx diperkaya oleh IronC, sebuah kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak, dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 23 Februari 2021: Pasien Baru Tambah 9.775, Sembuh 7.996 Orang, 323 Wafat

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved