Breaking News:

Surat Edaran Kapolri Soal Penerapan UU ITE Berlaku, Polisi Bakal Mediasi Kasus Cuitan Novel Baswedan

Polri juga langsung menerapkan intruksi itu kepada kasus yang tengah ditangani penyidik.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Novel Baswedan dilaporkan ke Bareskrim karena cuitan atas meninggalnya Maaher At-Thuwailibi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Surat edaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang teknis penerapan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), mulai berlaku.

Polri juga langsung menerapkan intruksi itu kepada kasus yang tengah ditangani penyidik.

Nantinya, seluruh kasus yang berkaitan dengan UU ITE, yakni pencemaran nama baik, fitnah, ataupun penghinaan, diselesaikan dengan mediasi.

Baca juga: Tak Takut Dihukum Mati, Edhy Prabowo: Lebih dari Itu Pun Saya Siap!

Salah satunya kasus yang akan diselesaikan secara mediasi adalah pelaporan Novel Baswedan terkait dugaan pencemaran nama baik.

"Karena memang surat edarannya menyatakan seperti itu."

"Kasus Novel contohnya nanti akan sama, surat edaran itu akan diberlakukan untuk bagaimana menyelesaikan kasus-kasus yang sudah ada," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Bilang Langkah Cepat Polri Usut Kasus Djoko Tjandra Bikin Publik Curiga

Tak hanya kasus Novel, ia menyatakan kasus UU ITE lainnya juga akan diberlakukan serupa.

Nantinya kasus-kasus itu akan diselesaikan dengan restorative justice.

"Jadi kalau kasus sudah ada, mulai sekarang sudah dimediasikan."

Baca juga: Edhy Prabowo: Saya Bawa Atlet Sumbang 14 Medali Emas Asian Games, kenapa Itu Tidak Dihormati?

"Jika hal-hal yang menyangkut personal tadi hanya penghinaan, pencemaran nama baik, tentunya ke depannya polisi akan mengedepankan cara-cara mediasi, restorative justice," beber Rusdi.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved