Breaking News:

Virus Corona

Menristek Duga Covid-19 Sudah Bermutasi di Jakarta, Jabar, dan Jatim

Dari jumlah WGS yang sudah dikirim, 392 WGS telah teridentifikasi genetiknya per 14 Februari 2021.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Menristek sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mensinyalir telah terjadi strain atau mutasi Covid-19 di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi sedang mengkaji berbagai kemungkinan mutasi Covid-19 di Indonesia.

Baru-baru ini, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mensinyalir telah terjadi strain atau mutasi Covid-19 di Indonesia.

Bambang menduga kuat hal itu berasal dari Whole Genome Sequence (WGS) virus SARS-CoV-2 sebanyak 416 sampel dan berasal dari Indonesia, yang telah dikirimkan ke Lembaga Penilitian asal Jerman, GISAID, untuk diteliti.

Baca juga: Respons Pernyataan Jusuf Kalla, Mahfud MD: Keluarga JK Juga Pernah Lapor ke Polisi

Dari jumlah WGS yang sudah dikirim, 392 WGS telah teridentifikasi genetiknya per 14 Februari 2021.

Identifikasi dilakukan oleh Kemenristek melalui Lembaga Penelitian Eijkman.

“Dua clade yang mendominasi WGS di Indonesia itu berarti sudah ada."

Baca juga: Diminta Bareskrim, Besok Komnas HAM Serahkan Semua Barang Bukti Terkait Tewasnya 6 Anggota FPI

"Dalam tanda kutip, mutasi terkait strain virus baru Covid-19 di Indonesia kemungkinan sudah terjadi,” kata Bambang dalam webinar Inovasi Indonesia bertema Genomic Surveilance, Mutation and Vaccine, Senin (15/2/2021).

Tipe genetik strain Covid-19 terbanyak yang ditemukan di Indonesia, lanjutnya, adalah jenis GH sebanyak 231, atau sekitar 59 persen dari keseluruhan WGS yang telah teridentifikasi.

Selanjutnya, tipe genetik Covid-19 terbesar kedua adalah GR yang mencapai 74 atau sebesar 19 persen dari WGS yang rampung diidentifikasi.

Baca juga: 90,05 Persen Tenaga Kesehatan di Jatinegara Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, di Cakung 89,6%

Dari sisi distribusi penyebaran, mutasi Covid-19 itu disinyalir telah bertransmisi di beberapa provinsi di Indonesia.

Kemenristek menduga mutasi Covid-19 telah terjadi di provinsi yang memiliki jumlah kasus tinggi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Memang terus dikaji, bersama GISAID dan Eijkman kita berfokus untuk memantau di provinsi dengan sebaran kasus tertinggi seperti DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim."

Baca juga: Din Syamsuddin Dituding Radikal, Novel Bamukmin Minta Pendukung Jokowi Hentikan Sikap Bermusuhan

"Tetapi kita juga perlu diverifikasi untuk memastikan kita dapat mengetahui dengan baik apa yang terjadi dengan mutasi Covid-19 tersebut,” tuturnya.

Pemerintah berupaya mengantisipasi kemunculan strain baru Covid-19 dengan berbagai cara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved