Jumat, 8 Mei 2026

UMKM

Diskusi Virtual Berbagi Kiat UMKM Binaan YDBA Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

UMKM harus memastikan bisnisnya dapat bertahan di tengah Pandemi Covid-19. Bagaimana kiat mereka bertahan di tengah badai?

Tayang:
Dok YDBA
Sekretaris Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Ida R. M. Sigalingging memberikan sambutan pada acara Jelajah Virtual UMKM ke UMKM Kuliner Resya Cake & Bakery dan UMKM Pertanian Dakun Setiawan binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka di Paser, Kalimantan Timur. Acara ini diselenggarakan YDBA untuk mengetahui kondisi bisnis UMKM di tengah pandemi yang melanda Indonesia hampir satu tahun, Kamis (28/1/2021). 

Rusliana pun mulai melirik kebutuhan pasar, hingga akhirnya wanita berhijab ini mengeluarkan produk baru, yaitu soes kering yang penjualannya lebih tinggi dari produk lain yang diproduksi Rusliana.

Penurunan omsetpun perlahan melandai hingga akhirnya pendapatan yang Rusliana hasilkan kembali seperti sedia kala.

Baca juga: Ini Penjelasan Soal BLT UMKM Bakal Dilanjutkan Tahun 2021

Baca juga: Youtap Bantu Digitalisasi 2.500 Merchant UMKM di Sumatera Utara, 57 Persen Klaim Omzet Naik

Hal tersebut juga disampaikan Rusliana berkat dukungan LPB Pama Daya Taka yang secara intens memberikan program pembinaan kepada Resya Cake & Bakery, seperti Pelatihan Mentalitas Dasar serta Kewirausahaan, Pelatihan Pembuatan Olahan Makanan Tradisional serta Pelatihan Pembukuan sederhana.

Pelatihan-pelatihan yang didapat tersebut sangat mendukung dan meyakinkan Rusliana untuk terus melakukan inovasi agar bisnisnya tetap bertahan.

Saat ini, Resya Cake and Bakery sendiri telah memiliki 80 varian produk, berupa kue basah, kue kering hingga kue ulang tahun.

Untuk memasarkan produknya, Rusliana tidak hanya mengoptimalkan pasar offline melalui gerai pribadinya di Batu Kajang dan gerai milik PT Pamapersada Nusantara di Mamere dan Balikpapan, tetapi juga melalui pasar online, seperti media sosial yang memberikan omset lebih tinggi dari penjualan offline nya.

Produk inovasi soes kering UMKM Kuliner Resya Cake & Bakery binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka yang ditunjukkan saat acara Jelajah Virtual UMKM
Produk inovasi soes kering UMKM Kuliner Resya Cake & Bakery binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Daya Taka yang ditunjukkan saat acara Jelajah Virtual UMKM (Dok YDBA)


2. UMKM Pertanian Dakun Setiawan

Menjadi seorang petani sejak tahun 2006, tentu banyak pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh Dakun Setiawan. Fokus pada budidaya hortikultura, sawit hingga karet, Dakun melakukan inovasi pertanian dengan membuat produk berupa Bio Kompos dan Bio ZPT+.

Inovasinya muncul, karena adanya beberapa masalah dalam budidaya yang Dakun lakukan, seperti hama penyakin tanaman yang selalu mengganggu produktivitas, sulitnya mendapatkan pupuk kimia
dan belum tersedianya pupuk organik untuk menunjang kegiatan pertanian.

Terlebih di masa pandemi ini.

Baca juga: YDBA dan PAMA Kawal Petani Konvensional Menjadi Petani Organik

Baca juga: 40 UMKM YDBA Lakukan Promosi di Jakarta Fair Kemayoran 2019

Para petani terkendala dalam mendapatkan pupuk yang dibutuhkan dalam budidaya pertanian.

Berbekal pelatihan yang diberikan oleh YDBA dan PT Pamapersada Nusantara melalui LPB Pama Daya Taka, seperti Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos & Pupuk Organik, Pelatihan Manajemen Usaha Tani
dan lainnya, Dakun optimis Inovasinya dapat menghasilkan manfaat.

Beberapa yang dirasakannya, antara lain menghemat pengeluaran untuk pembelian pupuk, serta hasil tanaman yang lebih subuh dan sehat karena pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik.

Berkat inovasinya juga, Dakun berhasil meraih penghargaan, seperti Juara 1 Penanggulangan Hama Tingkat Kabupaten Paser dan Juara 1 Teknologi Tepat Guna Tingkat Kabupaten Paser.

Sekilas Tentang YDBA

YDBA merupakan yayasan yang didirikan oleh pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 1980 dengan filosofi ‘Berikan Kail Bukan Ikan’.

YDBA didirikan sebagai komitmen Astra untuk berperan serta aktif dalam membangun bangsa, seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur
Dharma, yaitu “Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved