UMKM

Youtap Bantu Digitalisasi 2.500 Merchant UMKM di Sumatera Utara, 57 Persen Klaim Omzet Naik

Youtap diterima baik oleh para pelaku UMKM di Sumatera Utara hingga mengalami pertumbuhan yang signifikan untuk merchant yang bermigrasi ke digital.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Youtap Indonesia
Aplikasi dagang Youtap. Salah satu layanannya, yakni pembayaran non tunai melalui QRIS, diminati oleh para merchant UMKM di wilayah Sumatera Utara. 

“Di tahun 2021 ini, kami siap untuk terus memberikan kontribusi kepada para pelaku UMKM melalui platform serba bisa Youtap...”

WARTAKOTALIVE.COM - Platform solusi bisnis untuk para merchant, Youtap Indonesia berhasil membantu digitalisasi 2.500 pelaku usaha di 28 kota/kabupaten di Sumatera Utara, selama empat bulan.

CEO Youtap Indonesia Herman Suharto mengatakan, hadir di Medan sejak Agustus 2020, Youtap ternyata mampu diterima dengan baik oleh para pelaku UMKM hingga mengalami pertumbuhan yang signifikan untuk merchant yang bermigrasi ke digital.

“Setidaknya, merchant di 18 kota dan kabupaten wilayah Sumatera Utara sudah secara mandiri mendaftar di aplikasi sejak Februari, bahkan sebelum tim region Youtap hadir, 60 persen dari para merchant kini juga masih aktif bertransaksi dan 88 persen dari mereka menyatakan merasa puas menggunakan Youtap,” ujar Herman dalam keterangan resminya, Selasa (19/1/2021).

Melihat hal itu, Herman bersyukur bahwa Youtap diterima baik oleh para pelaku usaha.

Baca juga: Selain Jumlah Merchant UMKM Naik 15 Kali Lipat, Ini Kinerja Positif Youtap Indonesia

Baca juga: Hasil Survei Youtap Indonesia, Baru 10 Persen Pelaku UMKM Punya Rencana Bisnis Jangka Panjang

“Di tahun 2021 ini, kami siap untuk terus memberikan kontribusi kepada para pelaku UMKM melalui platform serba bisa Youtap,” ungkapnya.

Herman juga menyebutkan, dalam survei internal Youtap yang dilakukan pada akhir tahun 2020 menemukan bahwa dari merchant Youtap di Sumatera Utara yang memiliki akses internet, 90 persen nya sudah memanfaatkan internet untuk pengembangan usahanya, di samping untuk keperluan pribadi dan hiburan semata.

“Mayoritas dari mereka menggunakan teknologi untuk mendapatkan informasi dan referensi terkait usaha serta untuk kepentingan pemasaran demi mendapatkan pelanggan baru," tuturnya.

"Manfaat penggunaan internet inipun dirasakan oleh sebagian besar merchant, seperti mengalami peningkatan penjualan, transaksi menjadi lebih cepat dan bisa mendapat pelanggan baru,” imbuh Herman.

Baca juga: Youtap Indonesia Hadirkan Aplikasi Dagang Youtap untuk Mudahkan Pelaku UMKM Go Digital, Ini Fiturnya

Baca juga: 50 UMKM Mi Ayam Binaan Bogasari Terima Sertifikat Halal, Semua Biaya Proses Pengurusan Ditanggung

Migrasi pelaku usaha ke digital

Survei yang dilakukan oleh Youtap Indonesia juga berhasil mencatat tingginya pertumbuhan pelaku usaha yang bermigrasi ke digital di Medan dan sekitarnya.

Yang cukup menarik adalah beberapa merchant di area sekitar Medan turut tumbuh secara organik dengan melakukan registrasi mandiri seperti di Deli Serdang, Binjai, Simalungun, dan Pematang Siantar bahkan sebelum Youtap hadir di Sumatera Utara.

“Dari 2.500 merchant yang terdaftar hingga Desember 2020, 10 persen berasal dari area-area di luar Medan,” sebut Herman.

Baca juga: Tampil dengan Gaya Motor Balap Jadul, Honda Tiger Board Tracker Tetap Nyaman buat Aktivitas Harian

Baca juga: Motor Retro Jawa Forty Two Facelift Tertangkap Kamera di Jalan, Ini Perbedaannya dengan Model Lawas

Secara nasional, Youtap telah diadopsi lebih dari 150 ribu pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan total merchant yang didominasi oleh 98 persen para pelaku UMKM ini, akuisisi pedagang di wilayah Medan akan masih berlanjut dengan pertumbuhan mingguan rata-rata 40 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved