Selasa, 14 April 2026

YDBA dan PAMA Kawal Petani Konvensional Menjadi Petani Organik

Petani Binaan Yayasan Dana Bakti Astra bertransformasi dari dari etani konvensional menjadi petani organik

Dok YDBA
Penyerahan secara simbolis Rumah Penggilingan Padi oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) diwakili Dept. Head CSR PAMA Site PT Indominco Mandiri, Agung Dwi Ananto Djati (kiri) kepada Komunitas Petani Padi Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) diwakili Koordinator Bidang Budidaya, Mus Mulyadi (kedua kiri) dan penyerahan Mesin Penggilingan Padi oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) diwakili Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Bessai Berinta, Suryo Aji (kanan) kepada Koordinator Bidang Humas Komunitas BOSS, Sulaiman (kedua kanan) dalam acara Sharing Perjalanan Petani Padi Konvensional menjadi Organik serta Penyerahan Mesin & Rumah Penggilingan oleh YDBA dan PT Pamapersada Nusantara kepada Komunitas Petani BOSS pada Rabu (30/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memberikan apresiasi kepada Komunitas Petani Padi Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS).

Dalam pertemuan secara virtual pada Rabu (30/9/2020), YDBA dan PAMA menyerahkan mesin dan rumah penggilingan padi kepada komunitas tersebut di Bontang, Kalimantan Timur.

Apresisasi ini merupakan kegiatan Semangat Berbagi Wujudkan Harapan YDBA dan PAMA, untuk mendukung produktivitas bisnis yang dilakukan Komunitas BOSS.

40 UMKM YDBA Lakukan Promosi di Jakarta Fair Kemayoran 2019

BERITA FOTO : Studi Banding UKM Mitra YDBA di Pabrik GS Battery

Penyerahan mesin penggilingan secara simbolis diberikan oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Bessai Berinta, Suryo Aji mewakili YDBA, sedangkan penyerahan rumah penggilingan secara simbolis diberikan oleh Deptartement Head CSR PAMA Site PT Indominco Mandiri, Agung Dwi Ananto Djati mewakili PAMA kepada Perwakilan Komunitas Petani BOSS, yaitu Koordinator Bidang Budidaya, Mus Mulyadi dan Koordinator Bidang Humas, Sulaiman.

Hadir secara virtual dalam acara ini, yaitu Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, SRGS Division Head PT Pamapersada Nusantara TH Puguh Sasetyo, Sekretaris Pengurus YDBA Ida R. M. Sigalingging dan Deputi Project Manager PT Pamapersada Nusantara Site PT Indominco Mandiri, Alfian Nasution.

Dalam sambutan acara, Ketua Pengurus YDBA menyampaikan harapan dari penyerahan apresiasi ini.

Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut
Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut (Dok YDBA)

Sigit berharap mesin penggilingan yang diberikan YDBA dan rumah penggilingan yang diberikan PAMA dapat dioptimalkan sehingga menghasilkan produk beras organik sebagai produk bernilai tambah yang nantinya dapat mengantarkan petani menjadi mandiri dan naik kelas dengan produknya.

Sedangkan SRGS Division Head PT Pamapersada Nusantara dalam sambutanya menyampaikan, bahwa dengan adanya apresiasi ini diharapkan dapat mengurangi cost yang dikeluarkan petani yang selama
ini membayar sewa dalam menggiling padi.

Sehingga, terjadi peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya petani yang tergabung dalam Komunitas BOSS.

Dalam kegiatan ini juga, Komunitas Petani Padi BOSS yang diwakili oleh Mus Mulyadi berkesempatan membagi pengalaman mengenai perjalanan petani padi konvensional menjadi organik.

BERITA FOTO : UMKM Binaan YDBA Meriahkan Trade Expo Indonesia 2018

BERITA FOTO : Konvensi UKM Digelar YDBA Di Cibitung

Dalam sesi sharing ini, Mus Mulyadi menyampaikan bagaimana perjalanan awal mula beralih menerapkan sistem tanam organik, tantangan dalam perjalanan tersebut, manfaat setelah beralih ke organik dan pencapaiannya setelah beralih menjadi petani padi organik.

Hal ini membuat petani organik, mereka memiliki kemampuan dalam memilih benih yang unggul, adanya peningkatan hasil panen, semakin kreatif dan aktif dalam budidaya, kompetensi teknis dan manajemen meningkat serta turunnya penggunaan bahan kimia.

Di akhir sesi sharing, Mus Mulyadi menyampaikan harapan atas apresiasi berupa mesin dan rumah penggilingan padi yang diberikan oleh YDBA dan PAMA, Mus Mulyadi berharap dengan apresiasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas produksi, yang sebelumnya 100 – 200 kg gabah/ jam menjadi 500 kg gabah/ jam.

Kolaborasi YDBA & PAMA

Dalam siaran pers YDBA disebutkan, sejak tahun 2008, YDBA berkolaborasi dengan PAMA mendirikan LPB yang berperan dalam membina UMKM di tanah air. Salah satu LPB yang didirikan, yaitu LPB Pama Bessai Berinta di Bontang, Kalimantan Timur pada tanggal 6 Desember 2015.

Berbagai sektor UMKM dibina oleh LPB, salah satunya sektor pertanian padi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Awalnya pertanian padi tersebut dilakukan secara konvensional, hingga akhirnya para petani mulai belajar dan menerapkan pertanian padi organik. Melihat semangat dan komitmen para petani tersebut, YDBA bersama PAMA dan LPB Pama Bessai Berinta, mendirikan komunitas petani padi Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) pada tahun 2018.

Saat ini Komunitas tersebut telah memiliki 20 anggota yang tersebar di 7 desa Kecamatan Teluk pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved