Breaking News:

Virus Corona

Dialihkan Menjadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, RSKD Duren Sawit Bisa Tampung 200 Pasien

Dari RSKD Duren Sawit ini juga mendapat tambahan kapasitas testing mobile lab PCR dengan kapasitas hingga 200 spesimen per hari.

Editor: Mohamad Yusuf
Instagram @aniesbaswedan
RSKD Duren Sawit adalah salah satu rumah sakit milik Provinsi DKI Jakarta yang dikonversi menjadi RS rujukan COVID-19 sejak Maret tahun lalu. 

Tiga unit mobile lab PCR Test Covid-19 itu diterima dari hasil kolaborasi Human Initiative, Nama Foundation dan Ai Labs lewat platform Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB).

Dengan bantuan tiga unit mobile lab PCR Test Covid-19 itu makin memperkuat kapasitas 3T di Jakarta, yakni Testing, Tracing, dan Treatment yang merupakan ikhtiar pengendalian pandemi covid-19.

Baca juga: PPKM Diperpanjang, 153 WNA China Tetap Masuk Indonesia Lewat Bandara Soetta, ini Kata Imigrasi

Baca juga: Istana Negara Turun Tangan Kasus Penghinaan Natalius Pigai, Minta Polisi Tindak Ambroncius Nababan

Baca juga: 119 Jenazah Covid-19 Telah Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel, Tapi Upah Penggali Kubur Belum Dibayar

"Prosesnya memang panjang, dimulai sejak bulan Juni tahun lalu. Jadi apa yang kita dapatkan hari ini sebenarnya merupakan ikhtiar yang dilakukan jauh-jauh hari dengan proses yang panjang," kata Anies Baswedan dalam akun Instagram-nya Minggu (31/1/2021).

"Izinkan kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para kolaborator, Human Initiative, Nama Foundation, Ai Labs yang secara berbulan-bulan mengerjakan ini secara senyap dan tuntas," jelasnya.

Keputusan untuk memilih membuat mobile labs ini, menurut Anies sangat tepat.

Karena, Pemprov DKI  ingin memotong rantai penularan COVID-19 dengan mengetahui siapa yang tertular dan siapa yang tidak.

"Yang kita tes adalah orang yang memiliki riwayat kontak atau bergejala dan ketika kita melakukannnya kita perlu kapasitas tes yg tinggi," ujarnya.

"Mobile Lab PCR Test Covid 19 BSL-2 dapat mengecek apakah seseorang telah terinfeksi virus COVID-19 dengan estimasi waktu 4 jam/sampel pasien. Sehingga hasil pengecekan dapat diketahui oleh pasien paling lambat 1x24 jam," kata Anies.

Selanjutnya, ketiga Mobile Lab ini akan mengerjakan sampel swab dari RSUD Tanah Abang, Puskesmas Tanah Abang dan sekitarnya, RSUD Koja, Puskesmas Koja dan sekitarnya, RSUD Budi Asih, Puskesmas Kramat Jati dan sekitarnya.

Sekaligus melayani pemeriksaan sampel swab untuk follow up pasien perawatan di RSUD tersebut, serta tracing kontak erat yang dilaksanakan Puskesmas yang berada di wilayah setempat.

"Kelak Mobile Lab ini juga akan sangat berguna untuk keperluan medis lainnya, seperti riset biologi, pengujian klinis, dan bahkan analisis untuk epidemik Hi-Risk virus seperti A-H1N1 Swine Flu, H5N1 AVIAN Flu/Bird Flu, FMD, TB, Salmonella dan lain sebagainya," kata Anies.

Baca juga: PERHATIAN! Tak hanya Penjual, Pengguna Surat Swab Palsu juga Bisa Dipidana Hingga 12 Tahun Penjara

Baca juga: Viral Video Gerombolan 30 Remaja Hendak Tawuran, Cegat Lawannya Pakai Celurit, Rampas Motornya

Baca juga: PSBB Jakarta Diperpanjang, Ini Jam Operasional Bus Transjakarta

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved