Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Pemprov DKI Siapkan Daging Beku di Lima Lokasi Ini

Selain penjualan langsung (offline) daging sapi beku di tempat, TTIC juga melayani penjualan online dalam rangka memudahkan masyarakat.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Cempaka Putih melakukan aksi mogok berdagang akibat harga daging naik Rabu (20/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan daging beku di lima titik dengan harga terjangkau.

Daging sapi beku ini disediakan untuk mengantisipasi adanya aksi mogok pedagang daging, buntut naiknya harga daging di Jabodetabek.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, lima lokasi yang menyediakan daging beku tersebar di berbagai tempat.

Baca juga: Dilantik Sebagai Sekda DKI, Ini Daftar Harta Kekayaan Marullah Matali

Baca juga: Diduga Lelah Terima Aduan Warga yang Tak Dapat Bansos, Jadi Penyebab Dipotongnya Dana BST Kemensos

Baca juga: Lowongan Kerja di Jakarta Smart City DKI, Gaji Terbesar Rp 23 Juta, Banyak Posisi, Cek di Sini

Di antaranya Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu, TTIC Rawa Sari, TTIC Klender, TTIC Pangkalan Jati dan TTIC Kalideres.

“Masyarakat Jakarta yang memerlukan daging sapi dapat membelinya di lima TTIC. Harga jual daging sapi di TTIC berkisar Rp 70.000 - Rp 90.000 per kilogram sesuai spesifikasi daging,” kata Suharini berdasarkan keterangannya pada Kamis (21/1/2021).

Selain penjualan langsung (offline) daging sapi beku di tempat, TTIC juga melayani penjualan online dalam rangka memudahkan masyarakat mendapatkan daging beku yang berkualitas dan terjangkau.

Masyarakat dapat mengaksesnya di Pasar Mitra Tani Gofood pada aplikasi Gojek.

“Daging murah ini digelar setelah Dinas KPKP berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui TTIC/ Pasar Mitra Tani,” jelasnya.

Menurut dia, Kementerian Perdagangan juga telah mengadakan koordinasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) DKI Jakarta.

Langkah ini ditempuh untuk mencarikan solusi para pedagang daging di pasar tradisional demi mengakhiri aksi mogoknya para pedagang.

“Pantauan petugas kami di pasar tradisional dan informasi dari Perumda Pasar Jaya hari ini di beberapa pasar pedagang daging sapi sudah ada yang berjualan. Namun daging yang dijual merupakan stok daging sebelum aksi mogok,” imbuhnya.

Baca juga: Crazy Rich Surabaya Menangkan Gugatan 1,1 Ton Emas dari PT Antam, Ini Kronologi Awal Mula Kasusnya

Baca juga: Airin Sebut, Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang telah Donor Ratusan Kantong Plasma Konvalesen

Baca juga: Profil dan Jejak Karier Marullah Matali, Putra Betawi yang akan Dilantik Sebagai Sekda DKI Hari Ini

Aksi Mogok

Pedagang daging sapi se-Jabodetabek memutuskan menggelar aksi mogok selama tiga hari, Selasa  (19/1/2021) hingga Kamis (21/1/2021).

Aksi itu bermula dari rapat yang digelar Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Minggu (17/1/2021).

Berdasarkan hasil rapat, diputuskan pedagang sapi diimbau untuk menghentikan aktivitas perdagangan, baik di pasar maupun RPH sejak Selasa (19/1/2021) sampai Kamis (22/1/2021).

TB Mufti Bangkit Sanjaya, Sekretaris APDI DKI Jakarta, mengatakan imbas kenaikan harga daging menyebabkan para pengusaha kesulitan untul bisa menjualnya kepada warga.

Baca juga: Kontraktor Mengeluh Banyak Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bekasi Belum Dibayarkan

Baca juga: Jokowi Dikritik setelah Kambing Hitamkan Hujan dan Sungai Atas Terjadinya Banjir Besar di Kalsel

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved