Breaking News:

Banjir Kalimantan Selatan

Jokowi Dikritik setelah Kambing Hitamkan Hujan dan Sungai Atas Terjadinya Banjir Besar di Kalsel

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional menyebutkan, penyebab banjir Kalsel karena 139 ribu hektar hutan berkurang dalam kurun waktu 10 tahun

Editor: Feryanto Hadi
@setkabgoid
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers saat meninjau Jembatan Mataraman di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin (18/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Pernyataan Presiden Jokowi tentang penyebab banjir di Kalimantan Selatan karena curah hujan dan luapan sungai Barito mendapatkan kritik sejumlah pihak.

Beberapa kesaksian muncul di media sosial, bahwa daerah yang lokasinya jauh dari Sungai Barito justru mengalami banjir parah. 

Kritik lainnya berkaitan dengan presiden yang tidak menyinggung adanya alih fungsi hutan lindung di Kalimantan Selatan menjadi lahan tambang maupun kebun sawit.

Padahal, dari data yang ada, luasan hutan hujan di Kalsel telah berkurang secara signifikan karena dikuasai oleh korporasi.

Baca juga: Ferdinand Hutahaen Yakin 100 Persen Anies Baswedan Akan Tumbang Jika Maju Kembali di Pilgub DKI

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan, penyebab banjir Kalsel karena 139 ribu hektar hutan berkurang dalam kurun waktu 10 tahun.
LAPAN menganalisa penyempitan kawasan hutan telah meningkatkan risiko banjir di Kalimantan Selatan. Ini hasil kajian LAPAN.
Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi penyusutan hutan dalam kurun 10 tahun terakhir terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah Kalimantan Selatan.
Data tutupan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2010 sampai 2020 terjadi penyusutan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar masing-masing 13 ribu hektare (ha), 116 ribu ha, 146 ribu ha, dan 47 ribu ha di Kalimantan Selatan.
Sedangkan area perkebunan di wilayah itu menurut data perubahan tutupan lahan luasnya bertambah hingga 219 ribu ha

Diberitakan, banjir melanda hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan akibat tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir. Gubernur Kalimantan Selatan pun telah menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Jokowi menyebut curah hujan tinggi menjadi penyebab banjir di Kalimantan Selatan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( Walhi) Kalimantan Selatan Kisworo Dwi Cahyono menyoroti pernyataan Presiden Joko Widodo tentang penyebab banjir di Kalimantan Selatan.

Kisworo Dwi Cahyono menyebut, banjir di Kalimantan Selatan pada Januari 2021 merupakan banjir terbesar sejak 2006.

Baca juga: Gus Nur Jalani Sidang Perdana Dugaan Penghinaan, Ibaratkan NU Bus Umum yang Disopiri Orang Mabuk

"Melihat bencana yang selalu terulang. Bahkan setelah 2006, awal tahun 2021 ini bisa dikatakan banjir terbesar dan terluas di Kalimantan Selatan melingkupi 11 Kabupaten/Kota," kata Kisworo diberitakan Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Hal ini ia utarakan untuk menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa banjir di Kalsel merupakan yang terbesar dalam 50 tahun terakhir.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved