Jumat, 17 April 2026

Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Pemprov DKI Siapkan Daging Beku di Lima Lokasi Ini

Selain penjualan langsung (offline) daging sapi beku di tempat, TTIC juga melayani penjualan online dalam rangka memudahkan masyarakat.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Cempaka Putih melakukan aksi mogok berdagang akibat harga daging naik Rabu (20/1/2021). 

"Yang melatarbelakangi kan kenaikan harga yang semakin tahun semakin naik, puncaknya empat bulan lalu lonjakan harga sudah liar tidak terkontrol dan pemerintah cenderung pasif seperti itu," kata Mufti saat dikonfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Harga satu kilogram sapi karkas saat ini menyentuh angka Rp 94.000. Padahal di momen tertentu saat lebaran tahun lalu, satu kilogram karkas paling mahal hanya Rp 86.000.

Baca juga: IPW Pertanyakan Tolak Ukur Presiden Tunjuk Komjen Listyo Sigit yang Baru Akan Pensiun di 2027

Mufti memprediksi harga karkas bakal terus merangkak naik hingga bulan-bulan berikutnya.

"Nah ini diprediksi akan naik terus sampai dengan bulan Maret atau April dengan harga tertinggi 105.000 per kilogram per karkas," ucapnya.

Hal yang menyebabkan mahalnya jarga daging lantaran stok daging yang biasanya didatangkan dari Australia, terus berkurang dikarenakan negara kanguru tersebut lebih memilih menjual sapi kepada negara lain.

Baca juga: Kasus Covid-19 Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat, Rumah Sakit Penuh, ini yang Dilakukan Wali Kota

Alhasil, stok daging di dalam negeri semakin menipis dan menyebabkan kelangkaan barang.

"Kita kalah harga oleh Vietnam dan Thailand. Sapi untuk kita banyak terserap ke sana. Oleh Australia diekspor ke Thailand dan Vietnam karena berani beli dengan harga tinggi," tutur Mufti

APDI telah mengeluhkan kenaikan harga kepada pemerintah, bahkan mereka pun bersurat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun demikian, tak ada respons atas permasahalan tersebut.

"Kami sudah layangan surat sebagai asosiasi DKI ke kementrian perdagangan dan pertanian, ke kantor staf kepresidenan. Satu minggu lalu tapi tak ada respons dari pihak terkait. Maka dari itu kami rapat dan menghasilkan kesepakatan bahwa kami mogok berjualan daging. Baik itu itu di pasar maupun di RPH-RPH," tutur Mufti.

Baca juga: 2014 Presiden Jokowi Janji Swasembada Kedelai, 2021 Jokowi Geram Impor Kedelai Masih Menggila

Baca juga: Buntut Mogok Massal, Lapak Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kosong, Pembeli Kebingungan

Pembeli kebingungan

Kenaikan harga sapi hidup di beberapa daerah menyebabkan pengusaha di rumah potong hewan (RPH) dan pedagang daging sapi pasar, mogok jualan.

Pantauan Warta Kota di Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat,Rabu (20/1/2021), kios pedagang daging sapi sepi. Tak ada pembeli maupun pedagang yang terlihat melakukan aktivitas transaksi.

Padahal biasanya, geliat perdagangan di Pasar Kranji selalu terjadi sejak pagi hingga malam hari.

Namun hari ini, hanya kios pedagang daging sapi saja yang terlihat tak berjualan.

Akibatnya, para pembeli yang hendak membeli daging sapi pun kebingungan.

Kios pedagang daging sapi sepi di Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, Rabu (20/1/2021).
Kios pedagang daging sapi sepi di Pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, Rabu (20/1/2021). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Baca juga: Komjen Listyo Sigit Ingin Nantinya Polantas Tak Perlu Menilang di Jalan, Cukup Atur Lalulintas Saja

Baca juga: Kontraktor Mengeluh Banyak Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bekasi Belum Dibayarkan

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved