Breaking News:

Virus Corona Bekasi

KISAH Perawat Covid-19 Dadakan (4-habis): Yang Negatif Beradu Imunitas dengan yang Positif

Kisah perawat Covid-19 dadakan (4-habis): Yang negatif beradu imunitas dengan yang positif Covid-9.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Kisah perawat Covid-19 dadakan (4-habis): Yang negatif beradu imunitas dengan yang positif Covid-9. Foto kiri ke kanan: Kakak (7), Putri (3) dan Abang (2) saat di ruang isolasi. 

"Enggak apa-apa. Kakak sama om dulu ya di sini sampai Bunda dan Ayah sembuh," jawab saya.

Baca juga: Sandiaga Gantikan Wishnutama Jadi Menparekraf, Ini Strategi yang Akan Diterapkan Garap Pariwisata

Tiba-tiba, Abang bergumam sambil menangis. Saat saya tanya, ia mengatakan hal yang tak saya pahami, hingga kemudian Putri mengatakan sesuatu.

"Abang kangen Bunda," ujar Putri sembari bermain lego.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, kesedihan mereka seharusnya bisa diantisipasi apabila kedua orang tuanya bisa lebih dini melakukan swab test agar anak-anak tak ikut terpapar.

Kasus yang saya alami adalah contoh ketika proses swab test tak dilakukan secara berbarengan antara pasangan suami-istri.

Alhasil, klaster keluarga muncul: kakak ipar, suami, dan anak-anaknya mesti diisolasi di rumah sakit yang lokasinya berbeda.

"Nanti ketemu Bunda sama Ayah lagi ya kalau sudah sembuh, Abang di sini dulu sama om," ujar saya memberi penjelasan.

Pukul 23.00 WIB, mereka bertiga tertidur. Waktunya hampir bersamaan. Saya langsung memanfaatkan waktu luang ini untuk membersihkan diri.

Tak berapa lama, perawat datang mengontrol.

Ia mengatakan, pakaian hazmat yang saya kenakan boleh dilepas ketika saya tidur. Namun, saya tetap harus mengenakan masker dan sarung tangan.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved