Pemerintahan Jokowi
UPDATE Isu Reshuffle Kabinet: Menteri Agama Diganti, Sandiaga Uno Masuk, Terawan Dicopot
Menurutnya, Presiden telah bertemu sejumlah ketua umum parpol pada akhir pekan lalu.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Meski reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, sejumlah nama yang bakal mengisi beberap kursi menteri, beredar.
Mulai dari politikus PDIP Tri Rismaharini yang akan menjabat Menteri Sosial, dan Budi Gunadi Sadikin yang bakal menggantikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.
Ada juga Menteri Agama Fachrul Razi yang akan digantikan Yahya Cholil Staquf, Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri KP, dan Sandiaga Uno yang akan menggantikan Whisnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Baca juga: Lebih Pilih ke Solo, Haikal Hassan Tak Penuhi Undangan Klarifikasi Polda Metro Jaya
Isu akan digantikannya Menag juga disampaikan oleh salah seorang pejabat kementerian di Kabinet Indonesia Maju.
Menurutnya, Presiden telah bertemu sejumlah ketua umum parpol pada akhir pekan lalu.
Salah satu yang dibahas adalah posisi Menteri Agama.
Baca juga: Komnas HAM Bakal Periksa Senjata Api dan Mobil yang Terlibat Insiden Penembakan 6 Anggota FPI
"Salah satu yang dibahas, Menag itu, sudah dikomunikasikan dengan ketum parpol," katanya Kepada Tribunnews, Senin (21/12/2020).
Ia mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah menteri yang akan di-reshuffle.
Termasuk, mengenai isu akan ada 5 Kementerian yang terkena reshufle.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19 Selama Nataru, Terminal Kampung Rambutan Gelar Rapid Tes Antibodi Berbayar
"Kocokannya lumayan besar," akunya.
Reshuffle juga diisukan dengan bertambahnya partai baru masuk ke dalam koalisi pemerintah, yakni PAN.
Sementara, Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, isu reshuffle) kabinet mengganggu kinerja para menteri.
Baca juga: Wagub DKI Minta Warga Nikmati Hiburan Lewat Televisi di Rumah Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Hal itu dikatakan Ali, merespons isu bahwa Presiden akan melakukan reshuffle kabinet pada Rabu (23/12/2020) mendatang.
"Iya dong (mengganggu), bagaimana dia lagi bekerja, kemudian berita masif tentang pergantian menteri, apa orang tidak terganggu?" katanya saat dihubungi, Senin (21/12/2020).
Menurut dia, dalam beberapa hari terkahir muncul berbagai nama kementerian yang akan menjadi sasaran reshuffle.
Baca juga: Mardani Ali Sera Klaim Keluarga 6 Anggota FPI Sepakat Komnas HAM Lakukan Autopsi Ulang Jenazah
Nama kementerian tersebut ditulis dengan jelas, sehingga sangat mengganggu konsentrasi kerja para menterinya.
"Ada kabinet, ada lembaga, ada kementerian ini yang sekarang ditulis jelas-jelas."
"Bahwa kalau Kelautan (KKP) dan Sosial (Kemensos) itu sudah pasti, sudah pasti Presiden memilih."
Baca juga: PKB Ungkap 6 Menteri Kabinet Indonesia Maju Bakal Direshuffle, Orang-orang Muda Masuk
"Tetapi kalau yang lain-lain kan ada isunya, ini segala macam itu kan mengganggu."
"Suasana batin manusia ini kan mesti kita baca juga, sementara mereka sangat serius bekerja," tuturnya.
Ali meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden dalam melakukan reshuffle.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 RI 21 Desember 2020: Pasien Meninggal Tembus 20.085 Orang, 671.778 Positif
Terkait sejumlah nama dan kementerian yang akan menjadi sasaran reshuffle menurut Ali tidak benar.
Kepastian nama-nama menteri yang akan direshuffle akan disampaikan oleh Presiden.
"Tidak ada (daftar nama nama)."
Baca juga: Akankah Polisi Periksa Mahfud MD Soal Kerumunan Rizieq Shihab di Bandara? Ini Kata Bareskrim
"Pokoknya yang tidak keluar dari mulut Presiden, tidak benar," tegasnya.
Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, isu perombakan kabinet hanya ramai di luar.
"Di sini (Istana) adem-adem saja," ucapnya.
Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin: Suka-suka Presiden, Reshuffle Kabinet Tak Usah Dikaitkan dengan Tanggal Jawa
Terkait rapat antara Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin pada siang tadi, menurutnya merupakan rapat rutin biasa, tidak dikhususkan untuk reshuffle kabinet.
"Karena kalau mereka menyebutkan pertemuan Presiden dan Wapres dengan waktu yang sangat lama."
"Lah, Presiden bersama Wapres tiap hari pertemuannya ngobrol tentang bangsa dan negara. Jadi biasa saja, tidak ada masalah," bebernya.
Baca juga: BIN Bantah Anggotanya Ditangkap FPI di Megamendung, Munarman: Terserah Sajalah! Bukan Urusan Kita
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat internal dengan Wakil Presiden Maruf Amin, Senin (21/12/2020). Rapat digelar berdua tanpa melibatkan menteri.
"Iya kabarnya begitu," ujar Jubir Wapres Masduki Badlowi kepada wartawan.
Masduki mengaku tidak tahu apa yang dibahas dalam rapat tersebut.
Baca juga: Ini Beda Pemeriksaan Dokumen Rapid Tes Antigen dengan SIKM Menurut Wagub DKI
Ia mengatakan, rapat membahas isu terkini.
" Enggak dijelasin apa pembicaraanya," katanya.
Menurut dia, biasanya Presiden dan Wapres menggelar rapat intensif berdua apabila ada isu penting dan strategis.
Baca juga: 78 Saksi Diperiksa Terkait Insiden Penembakan 6 Anggota FPI, Ini Rinciannya
Bisa saja menurutnya, rapat membahas mengenai perombakan kabinet yang isunya menguat.
"Biasanya Presiden begitu, kalau ada hal -hal dianggap penting, Presiden mengajak bicara Wapres."
"Mungkin aja (reshuffle), kan namanya isu strategis," cetusnya. (Taufik Ismail)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengumuman-kabinet-indonesia-maju.jpg)