Breaking News:

Berita Nasional

Pengacara Wahyu Setiawan Seret Nama Gubernur Papua Barat, KPK Didesak Usut Tuntas

Menurut Saiful, ada keterkaitan Dominggus dalam dugaan aliran dana suap Rp 500 juta kepada klienny, Wahyu Setiawan

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Massa yang menamakan diri Ikatan Mahasiswa Peduli Keadilan dan Demokrasi Indonesia (Implikasi) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (1/12/2020) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –Sekelompok massa yang menamakan diri Ikatan Mahasiswa Peduli Keadilan dan Demokrasi Indonesia (Implikasi) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan.

Mereka mendukung upaya KPK mengusut pengakuan dari Saiful Anam, pengacara terdakwa korupsi Wahyu Setiawan yang menyeret nama Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024 Caleg PDIP Harun Masiku.

Menurut Saiful, ada keterkaitan Dominggus dalam dugaan aliran dana suap Rp 500 juta kepada kliennya.

Baca juga: Hari Ini Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis, Harun Masiku Si Pemberi Suap Masih Raib

Saiful meyakini kasus kliennya tidak hanya terkait penerimaan hadiah atau janji dari politisi PDI Perjuangan Harun Masiku. Akan tatapi, juga adanya dugaan suap terkait penentuan terhadap seleksi calon peserta KPU Provinsi Papua Barat, dimana Wahyu diamanahkan sebagai koordinator untuk wilayah Papua Barat.

"Berdasarkan fakta persidangan, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melalui sekretaris KPU Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo telah menyediakan uang dugaan suap sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) yang ditransfer melalui adik Wahyu Setiawan yang bernama Ika Indrayani," klaim Saiful kepada media beberapa waktu lalu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun menyatakan akan mengembangkan uang Rp 500 juta yang diakui diterima mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut.

Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu Setiawan.

Baca juga: Berharap Pengajuan Jadi JC Dikabulkan, Wahyu Setiawan Siap Bongkar Kecurangan Pilkada hingga Pilpres

Pada aksi yang dilakukan pada Selasa, massa mendesak KPK agar segera mengusut tuntas dugaan praktik suap orang penting di Papua Barat.

“Persidangan Tipikor pada Kamis (9/7/2020) mengungkapkan fakta bahwa Sekretaris KPU Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp500 juta kepada Wahyu Setiawan melalui rekening istri dari sepupunya,” ujar Kordinator Lapangan Implikasi, Rifal Maulana, melalui keterangan persnya, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, uang yang diakui Thamrin berasal dari Gubernur Dominggus tersebut terkait dengan proses seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020-2025.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved