Hari Ini Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan Divonis, Harun Masiku Si Pemberi Suap Masih Raib

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan bakal menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/8/2020).

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan warna oranye, seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020) dini hari. Wahyu Setiawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dengan upaya membantu Harun Masiku sebagai PAW anggota DPR RI yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas, dengan uang operasional sebesar Rp 900 juta. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan bakal menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (24/8/2020).

Wahyu merupakan terdakwa kasus suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR terpilih periode 2019-2024, yang menyeret mantan caleg PDIP Harun Masiku.

"Diharapkan bahwa putusan majelis hakim mengakomodasi sebagaimana surat tuntutan tim JPU."

Fadjroel Rachman Bantah Isu Reshuffle Kabinet, Sebut Semua Menteri Fokus Kerja Keras Hadapi Covid-19

"Dan menjatuhkan putusan sesuai dengan harapan publik," kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Takdir Suhan lewat pesan singkat, Senin (24/8/2020).

Selain Wahyu, terdakwa lainnya yang juga mantan anggota Bawaslu yang juga eks kader PDIP, Agustiani Tio Fridellina, juga turut divonis hari ini.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan pada sidang Senin (3/8/2020) lalu, JPU KPK menuntut agar Wahyu dihukum 8 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan.

IDI Bilang Puncak Pandemi Covid-19 di Indonesia Masih Lama, Apalagi Melandai

Selain pidana pokok di atas, JPU KPK menuntut Wahyu dijatuhi hukuman pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun, terhitung sejak Wahyu selesai menjalani pidana pokok.

Dalam perkara yang sama, JPU KPK juga menuntut hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan bagi mantan anggota Bawaslu yang juga eks caleg PDIP, Agutiani Tio Fridelina.

JPU KPK menilai, Wahyu bersama Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima uang sebesar 19.000 dolar Singapura dan 38.350 dolar Singapura, atau setara dengan Rp 600 juta dari Saeful Bahri.

Ini yang Ditanya Penyidik Bareskrim Polri kepada Antasari Azhar Soal Kasus Djoko Tjandra

Suap tersebut diberikan agar Wahyu dapat mengupayakan KPU menyetujui permohonan PAW anggota DPR Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, yakni Riezky Aprilia kepada Harun Masiku.

JPU KPK menilai, Wahyu terbukti menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Sekretaris KPU Daerah (KPUD) Papua Barat Rosa Muhammad Thamrin Payapo, terkait proses seleksi calon anggota KPU daerah (KPUD) Provinsi Papua Barat periode tahun 2020-2025.

Atas perbuatannya, Wahyu dinilai melanggar pasal 12 a UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Jokowi Pakai Jasa Influencer, Tenaga Ahli Utama: Kalau untuk Menyampaikan Kebenaran, Why Not?

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih optimis dapat mencokok Harun Masiku, tersangka kasus permohonan pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Mantan calon legislatif PDIP itu telah lebih dari enam bulan menjadi buronan KPK.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved