KAMI Sangat Khawatir Perahu Indonesia Tenggelam Sebelum 2024
Ratusan orang hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2020).
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ratusan orang hadir dalam deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2020).
Tampak sejumlah peserta mengenakan atribut dari komunitas dan organisasi masyarakatnya masing-masing.
Kolisi tersebut dipimpin oleh tiga presidium, yakni mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, serta mantan Ketua PWNU DIY Rochmat Wahab.
• Ditanya Program Kerja, Bobby Nasution Bilang Bakal Kampanyekan Protokol Kesehatan di Medan
Juga terdapat sembilan orang yang ditunjuk sebagai komite eksekutif dalam koalisi tersebut.
Usai melakukan deklarasi, Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani membantah akan terjun dalam politik praktis dengan membentuk partai politik atau organisasi masyarakat.
"Ini kesepakatan dari para deklarator yang sekarang ini, yang sudah menyetujui dan ikut menandatangani ada 150."
• UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 18 Agustus 2020: 143.043 Pasien Positif, 96.306 Orang Sembuh
"Tapi kemarin sore setelah kami cetak ada ratusan lagi yang minta bergabung, bersepakat tidak membentuk ormas dan parpol," kata Yani.
Ia juga menegaskan, koalisi tersebut dibentuk bukan sebagai persiapan dalam ajang Pemilihan Presiden 2024.
"Kita tidak dalam konteks politik praktis. Politik praktis itu politik untuk merebut kekuasaan."
• INI 8 Tuntutan KAMI untuk Pemerintah, Sampai Dibacakan Dua Kali oleh Rocky Gerung
"KAMI ingin menyampaikan bahwa kondisi ini tidak bisa berlama-lama."
"Kalau sampai 2024 tidak ada usaha untuk menyelamatkan, baik dari KAMI maupun dari pemerintah, pemangku amanah, atau kelompok masyarakat seperti KAMI ini, kita sangat khawatir sekali bahwa perahu Indonesia akan tenggelam sebelum 2024."
"Oleh karena itu, itulah keterpanggilan kami. Jadi kita tidak dalam kerangka politik."
• Dapat Dukungan di Pilwalkot Medan 2020, Bobby Nasution Anggap Petinggi Partai Golkar Orang Tua
"2024 itu adalah kerangka dan kegiatan politik. Kita menjauhi kerangka dan kegiatan politik itu," jelas Yani.
Yani juga membantah koalisi tersebut mengambil sikap oposisi terhadap pemerintahah Presiden Joko Widodo.
Meski begitu, ia menyatakan koalisi tersebut merupakan bentuk aspirasi politik moral.
• Deklarasi KAMI, Politikus PKB: Koalisi Orang-orang Kalah Pilpres