Bisnis

Tumbuh dalam 10 Tahun Terakhir, Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 5,4 Triliun hingga September

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dengan kondisi pasar yang menantang, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 5,4 triliun.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Tangkapan layar - Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya memberikan paparan kinerja PT Unilever Indonesia, Tbk, saat konferensi pers virtual Paparan Publik Unilever Indonesia, Selasa (3/11/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. (“Perseroan”) mampu mencatatkan pertumbuhan yang konsisten dan menguntungkan selama 10 tahun terakhir.

Raihan itu terlihat dari pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perseroan tanpa kategori spread dengan rata-rata 9,5 persen per tahun.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya mengatakan, pertumbuhan pendapatan perseroan pada tahun 2010 tercatat sebesar Rp 19 triliun dan pada tahun 2019 mampu mencatatkan angka Rp 42,9 triliun.

Sementara itu, laba bersih perseroan pada tahun 2010 tercatat Rp 3,3 triliun dan pada tahun 2019 mencapai Rp 7,4 triliun.

“Dalam 10 tahun terakhir tingkat rata-rata pertumbuhan pendapatan mencapai lebih dari 9,5 persen per tahun. Demikian pula pertumbuhan laba bersih yang dalam 10 tahun terakhir tingkat pertumbuhan juga mencapai lebih dari 9,5 persen per tahun,” ujar Arif saat konferensi pers virtual Paparan Publik Unilever Indonesia, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Unilever Indonesia Gencar Lakukan Digitalisasi Mitra UMKM, Simak 3 Program Digitalisasi Ini

Baca juga: Unilever Relaunching Program Bank Sampah, Jakarta Green And Clean

Menurut Arif, adanya pertumbuhan pendapatan dan laba bersih disebabkan oleh pertumbuhan perseroan yang kompetitif karena hampir semua produk di bawah merek Unilever adalah kumpulan merek-merek yang menjadi market leader di kategori masing-masing.

"Kami terus mengembangkan inovasi ke depan agar selalu dapat menjadi posisi terdepan saat ini dan di masa depan," ungkapnya.

Baca juga: Spesial Rp 999 Ribu, Realme Watch S Bisa Monitor Detak Jantung dengan Akurat, Ini Fitur Unggulannya

Baca juga: Xiaomi Rilis Wireless Earphones 2S, Earbuds Basic 2, dan Air Purifier 3C, Ini Keunggulan dan Harga

Hingga September 2020 Rp 5,4 triliun

Arif menuturkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dengan kondisi pasar yang menantang, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 5,4 triliun di tahun berjalan September 2020. 

Laba tersebut turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,5 triliun.

Sementara laba per saham tercatat sebesar Rp 143.

Sedangkan untuk penjualan, berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan bersih dalam negeri hingga 30 September 2020 tercatat sebesar Rp 31,03 triliun, sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 1,4 triliun.

Dengan demikian, penjualan bersih perseroan pada periode tersebut adalah Rp 32,46 triliun atau tumbuh 0,3 persen.

Baca juga: Mulai Rp 1,99 Juta Baterai Super Jumbo, Ini Perbedaan Ponsel Gaming Realme Narzo 20 dan Narzo 20 Pro

Baca juga: Smart TV Oppo Berkamera Pop-up Rilis Bareng Earphone dan Jam Tangan Pintar, Ini Keunggulan dan Harga

Segmen home and personal care tumbuh 2 persen

"Di tengah kendala kondisi pasar yang sangat menantang dalam masa pandemi ini, dengan menurunnya pertumbuhan pasar ke arah negatif, kinerja perusahaan terus dapat berjalan dengan baik,"

Arif mengatakan, pertumbuhan perseroan didorong oleh pertumbuhan produk Unilever di segmen home and personal care yang memberikan kontribusi sebesar 70 persen atau sebesar Rp 22,7 trilun. Penjualan di segmen tersebut tumbuh positif sebesar 2 persen.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved