Breaking News:

Bisnis

Tumbuh dalam 10 Tahun Terakhir, Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 5,4 Triliun hingga September

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini dengan kondisi pasar yang menantang, perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 5,4 triliun.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Tangkapan layar - Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya memberikan paparan kinerja PT Unilever Indonesia, Tbk, saat konferensi pers virtual Paparan Publik Unilever Indonesia, Selasa (3/11/2020). 

Sedangkan untuk penjualan, berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan bersih dalam negeri hingga 30 September 2020 tercatat sebesar Rp 31,03 triliun, sementara penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 1,4 triliun.

Dengan demikian, penjualan bersih perseroan pada periode tersebut adalah Rp 32,46 triliun atau tumbuh 0,3 persen.

Baca juga: Mulai Rp 1,99 Juta Baterai Super Jumbo, Ini Perbedaan Ponsel Gaming Realme Narzo 20 dan Narzo 20 Pro

Baca juga: Smart TV Oppo Berkamera Pop-up Rilis Bareng Earphone dan Jam Tangan Pintar, Ini Keunggulan dan Harga

Segmen home and personal care tumbuh 2 persen

"Di tengah kendala kondisi pasar yang sangat menantang dalam masa pandemi ini, dengan menurunnya pertumbuhan pasar ke arah negatif, kinerja perusahaan terus dapat berjalan dengan baik,"

Arif mengatakan, pertumbuhan perseroan didorong oleh pertumbuhan produk Unilever di segmen home and personal care yang memberikan kontribusi sebesar 70 persen atau sebesar Rp 22,7 trilun. Penjualan di segmen tersebut tumbuh positif sebesar 2 persen.

“Penjualan di segmen home and personal care meningkat jumlahnya yakni 2 persen terhadap produk kesehatan dan kebersihan seperti Lifebuoy, Wipol dan lain-lain,” sebutnya.

Baca juga: 25 Tahun Hadirkan Ragam Inovasi Asuransi Jiwa, Prudential Indonesia Rilis Buku Berkarya dalam Cinta

Baca juga: Asuransi Avrist Kenalkan Dana Pensiun ke Millennial dan Gen-Z via Kanal Digital, Ini Keuntungannya

Penurunan segmen food and refreshment

Sementara untuk segmen food and refreshment mengalami penurunan sebesar 3,5 persen.

Hal ini disebabkan oleh penurunan sektor bisnis seperti unilever food solutions yang melayani hotel, restoran dan kafe yang tentunya tutup selama pandemi dan PSBB.

“Penurunan terjadi pada produk ice cream yang dipengaruhi oleh berkurangnya aktifitas masyarakat di luar rumah,” ujarnya.

Namun perlu dicatat, lanjut Arif, untuk produk Unilever di segmen food and refreshment lainnya mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu produk untuk memasak di rumah, seperti Bango (kecap) dan Royco, serta produk minuman seperti Buavita dan Sariwangi.

Fokus hadirkan produk yang relevan

Untuk memastikan keberlangsungan bisnis, perseroan fokus pada produk-produk inti yang relevan untuk menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan meluncurkan serangkaian produk terbaru, antara lain Lifebuoy Hand Sanitizer, Wipol Wipes, Wipol Disinfectant Spray, Rinso Laundry Disinfektan, dan Vixal Bleach Disinfektan.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved