Breaking News:

Omnibus Law

Tambah Dua, Polda Metro Jaya Sudah Ciduk Lima Pelajar yang Provokasi Rekannya Ikut Demonstrasi Rusuh

Aparat Polda Metro Jaya kembali membekuk dua siswa SMK yang menjadi admin akun media sosial penghasut para pelajar.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan polisi di Jalan Medan Medeka Barat, saat berusaha memasuki kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta. 

WARTAKOTALIVE, SEMANGGI - Aparat Polda Metro Jaya kembali membekuk dua siswa SMK yang menjadi admin akun media sosial penghasut para pelajar.

Hal itu dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana usai coffee morning dengan Gubernur DKI Anies Baswedan dan Pangdam Jaya di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).

"Sehingga sampai kini, totalnya ada 5 pelajar yang kami amankan dan kami tahan."

Baca juga: Boyamin Saiman: Masa Puntung Rokok Bisa Bakar Seluruh Gedung? Bisa Juga Kan Ada Pembakar Bayaran?

"Kelimanya adalah selaku admin medsos yang menggerakkan para pelajar untuk demo dengan penekanan harus rusuh dan anarkis," kata Nana.

Menurut Nana, dua pelajar tersangka baru yang berhasil diamankan merupakan hasil pengembangan dari 3 remaja siswa SMK yang sebelumnya diamankan pihaknya.

"Mereka ini menghasut kemudian memprovokasi para pelajar agar datang ke Jakarta untuk melakukan anarkis dalam aksi demo," ujar Nana.

Baca juga: Buruh Bakal Gelar Unjuk Rasa Lagi pada 2 November 2020, Juga Minta Upah Minimum 2021 Naik 8 Persen

Ia menjelaskan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk melihat ada tidaknya tersangka lain, serta pihak dibalik kelima siswa SMK yang dibekuk pihaknya ini.

"Kami masih kembangkan kemungkinan adanya pihak di atas mereka atau yang menyuruh kelimanya," tutur Nana.

Sebelumnya, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meringkus tiga orang yang berperan sebagai provokator, atau penggerak para pelajar melakukan kericuhan saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Baca juga: Warga Jakarta Diminta Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Libur Panjang, Tetaplah di Rumah

Ketiga orang tersebut terbukti menghasut dan menyebarkan berita bohong, terkait ajakan kepada para pelajar, untuk berbuat kerusuhan dalam demonstrasi menolak UU Ciptaker, melalui akun Facebook dan Instagram.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved