Senin, 27 April 2026

Sumpah Pemuda

Saat Sumpah Pemuda Dibacakan pada 92 Tahun Silam, Ini Peranan Penting Pemuda Tionghoa

Sie Kong Lian memberikan rumahnya sebagai tempat untuk menggelar rapat Sumpah Pemuda pada 92 tahun silam.

Istimewa
Kongres Pemuda pertama kali di Jakarta 28 Oktober 1928 dengan membaca Teks Sumpah Pemuda. Ada peranan pemuda Tionghoa dalam Sumpah Pemuda pada 92 tahun silam. 

Nur Arif yang juga seorang doktor ahli biomolekuler di Fakultas Kedokteran UI dan Tohoku University, Jepang, ini mempertanyakan, masih relevankah memandang Tionghoa sebagai sebutan nonpribumi.

Yunarto Wijaya lebih menyoroti nasionalisme dalam konteks Indonesia sebagai konstruksi sosial yang terus mengalami kontestasi.

Baca juga: Tantangan Sumpah Pemuda di Era Digital Harus Bisa Dijawab oleh Generasi Muda dengan Kreativitas

Baca juga: Malam Ini Video Mapping Sumpah Pemuda Garapan JVMP Diputarkan Terakhir di Gereja Katedral Jakarta

Mulai basis legitimasi berhadapan dengan tekanan globalisasi, bangkitnya 'kesukuan' dikomunikasikan dalam logika identitas primordial hingga banyak yang menjiwai nasionalisme dalam konteks asli vs pendatang, jadi alasan untuk anti-asing.

Menurut Yunarto Wijaya, perlu upaya 'menulis ulang' Tionghoa di Indonesia yang tidak berpatokan pada masa lalu dan tidak terpaku pada bidang politik dan ekonomi.

Kongres Pemuda 2 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda
Kongres Pemuda 2 dipimpin oleh pemuda Soegondo Djojopoespito dari PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia), menghasilkan keputusan penting yang disebut sebagai Sumpah Pemuda (istimewa)

"Secara realistis, cara pandang berbeda terhadap konsep kebangsaan sangat diperlukan apabila stigma tentang Tionghoa ingin diubah," katanya.

Narasi baru nasionalisme, lanjut Yunarto Wijaya, harus fokus pada sisi kemanusiaan agar tidak terjebak pada kilau etnis tertentu.

Baca juga: Vadiel Mekha : Sumpah Pemuda, Semangat Membangun Kreativitas Positif dan Nasionalisme Generasi Muda

Baca juga: Inilah 13 Tokoh Sejarah yang Berperan Dalam Pembuatan Teks Sumpah Pemuda

Dalam webinar yang diikuti 300 orang dari berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri ini turut memberi pernyataan adalah Christianto Wibisono dan Christian Silman, cicit pemilik gedung Sumpah Pemuda di Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Ada juga Grace Natalie dan Mari Elka Pangestu, Direktur Pelaksana Kebijakan dan Kemitraan Pembangunan Bank Dunia.

Hari Sumpah Pemuda
Hari Sumpah Pemuda (Tribun Jabar)

Di video yang dikirimkan, Mari Pangestu menyatakan, "Walau keturunan (Tionghoa-red), kita adalah 100 persen orang Indonesia."

Menurut Andrew Wanandy, ketua panitia webinar, acara ini ditujukan untuk mengulas peran orang orang keturunan Tionghoa sejak peristiwa pergerakan pemuda, perjuangan kemerdekaan hingga masa pembangunan dan reformasi sekarang ini.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved