Breaking News:

Omnibus Law Cipta Kerja

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Pelaku Perusakan Gedung Kementerian ESDM saat Demo Tolak Omnibus Law

Dari olah TKP dan pengumpulan barang bukti termasuk CCTV di lokasi diketahui pelakunya 10 orang ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Budi Malau
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Polri akhirnya menetapkan 10 tersangka kasus perusakan Gedung Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, saat aksi demonstrasi menolak UU Omnibus Law ricuh di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan dari ke-10 tersangka itu, 8 orang diantaranya masih anak dibawah umur, sedangkan sisanya 2 orang sudah dewasa.

"Ke 10 tersangka ini langsung dilakukan penahanan, karena terbukti melakukan perusakan gedung, mobil, hingga penjarahan sejumlah barang yang ada di lokasi," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Antisipasi Kericuhan saat FPI Cs Demo Tolak UU Omnibus Law di Istana Negara, TNI Siap Bantu Polisi

Baca juga: Presiden KSPI Said Iqbal Yakin, Buruh Ikut Mogok Nasional Tolak UU Cipta Kerja Tak di-PHK Perusahaan

Menurut Argo, dari olah TKP dan pengumpulan barang bukti termasuk CCTV di lokasi diketahui pelakunya 10 orang ini.

"Dan dari hasil pendalaman kemudian mendapatkan keberadaan para tersangka," ujar Argo.

Para tersangka ini katanya diamankan di kawasan Tangerang dan sekitarnya. "Secara ilmiah para tersangka ini bisa kami buktikan melakukan tindak anarkis. Semua akan kami proses sampai ke pengadilan," kata Argo.

Baca juga: Azan Berkumandang, Para Buruh Sempatkan Salat Berjamaah di Sela Aksi Unjuk Rasa Tolak RUU Ciptaker

Menurutnya dari handphone tersangka juga ditemukan adanya ajakan untuk melakukan unjuk rasa di Jakarta.

"Penyidik masih melakukan pendalaman kemungkinan adanya tersangka lain. Nanti jika ditemukan akan kami proses dan ajukan ke penuntut umum," ujarnya.

Dari para tersangka selain handphone kata Argo polisi juga menyita pakaian yang digunakan saat para tersangka melakukan perusakan.

"Kita tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Negara tidak boleh kalah dengan anarkisme," katanya.

Baca juga: Pemerintah Dianggap Zalim, Alasan FPI dan Puluhan Ormas Akan Geruduk Istana Negara Tolak UU Ciptaker

Baca juga: Polisi Telanjangi dan Jemur Pendemo di Bawah Teriknya Matahari, Fadli Zon Tegaskan Pelanggaran HAM

Kepada para tersangka polisi menjera mulai Pasal 28 KUHP ayat 2, Pasal 170 KUHP, Pasal 214 KUHP, Pasal 218 KUHP dan Pasal 385 KUHP tentang perusakan barang, penjarahan dan pembakaran fasilitas negara.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved