Omnibus Law
Eskavator Proyek MRT Fase 2 Dibakar Pendemo, kini Pelayanan di 7 Stasiun Ditutup
Kejadian kebakaran di 2 mini excavator tersebut sudah dipadamkan oleh Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta.
Aksi ini berlangsung memanas pukul 13.21 WIB. Mereka meminta kepolisian untuk membuka akses menuju Istana Merdeka.
Namun beberapa saat kemudian suasana berhasil diredam oleh personel kepolisian.
• VIDEO: Massa Buruh & Mahasiswa Bertahan di Jalan Chairil Anwar Bekasi Timur, Berorasi dan Bakar Ban
Ada Penyusup?
Salah satu perwakilan mahasiswa juga menegaskan untuk anggotanya tidak melakukan tindakan anarkis ketika mengikuti aksi penyampaian pendapat tersebut.
"Teman-teman mahasiswa, kami tidak ingin ada anarkis,satu komando jangan sampai ada penyusup.
Satu komando kawan. Jangan sampai ada tindakan konyol, jangan kita anarkis terhadap bangsa sendiri.
• Marc Klok Didukung Segera Dapat KTP Indonesia, Timnas Indonesia Sudah Menanti
Yang kita ingin perotes adalah DPR dan pemerintah di sana. Orang-orang di sana yang menghianati rakyat Indonesia," kata seorang pembicara dari mobil komando di lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto sempat meminta perwakilan mahasiswa, untuk melakukan negoisasi.
"Kita bisa negosiasi agar adek-adek tidak anarkis. Kami tau klian mau menyampaikan aspirasi. Mari kita bicara agar tidak terjadi benturan, kami harap kalian mengerti," kata Heru.
Namun menurut pantauan di lokasi, sekitar pukul 14.30 WIB situasi kembali memanas.
• Dua Ekskavator Proyek MRT Fase 2A Dibakar Massa
Usai melempar batu, aksi juga diwarnai dengan pelemparan beberapa petasan oleh peserta aksi.
Polisipun memukul mundur massa dengan menyemprotkan water cannon dan gas air mata.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Massa Bakar Halte Transjakarta Sarinah Jakarta Pusat, Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/beberapa-alat-konstruksi-mrt-fase-dan-halte-transjakarta-bundaran-hi.jpg)