Breaking News:

Wawancara Eksklusif

EKSKLUSIF: Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto: Dunia Industri Dilibatkan dalam Pengajaran SMK

Itu ibarat orang berhubungan, pacaran saja belum, baru kenalan. Link and match kami tidak hanya sekadar pacaran, tapi sampai menikah levelnya.

Editor: Lucky Oktaviano
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto saat wawancara khusus di Kantor Tribun Network, Jakarta, Selasa (8/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), resmi berdiri pada 31 Desember 2019.

Lahir saat pergantian tahun, Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud menjadi harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menekan angka pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan.

Per Februari tahun 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan, menempatkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di posisi teratas dalam menyumbang angka pengangguran, persentase mencapai 8,49 persen.

Dekan Program Pendidikan Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Wikan Sakarinto kemudian ditunjuk memimpin Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

Populasi Lansia di Jepang Naik, Kesempatan Emas Bagi Lulusan SMK untuk Dikirim sebagai Caregiver

Wikan diharapkan mampu memenuhi keinginan Jokowi menekan angka pengangguran lulusan SMK dengan menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang kompeten dan siap kerja melalui pendidikan vokasi.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tribun Network, Wikan menceritakan tantangan terberat mengurus Ditjen Pendidikan Vokasi yakni mengubah paradigma masyarakat tentang sekolah kejuruan.

Berikut petikan wawancara lengkap Tribun Network dengan Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto.

Apa sejarahnya sampai Dirjen Pendidikan Vokasi harus dilahirkan?

Kalau kita melihat ke belakang, Pak Jokowi sangat berharap pendidikan Vokasi melahirkan SDM yang nanti akan lebih siap kerja, lebih berkompeten dan sebagainya.

Jadi Pak Jokowi sering benchmarking dengan sekolah vokasi di Jerman dan negara-negara maju.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved