Jumat, 1 Mei 2026

Sekda DKI Meninggal

Pengkritik Upacara Pelepasan Jenazah Saefullah Dinilai Terlalu Lebay

Pengkritik upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dinilai terlalu lebay atau berlebihan.

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Wartakotalive.com/photocapture youtube pemprov dki
Ambulans yang membawa almarhum Sekda DKI Saefullah meninggalkan Balai Kota DKI setelah dilakukan upacara singkat yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 15:00 WB. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta menilai pengkritik upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah terlalu lebay atau berlebihan.

Sebab upacara yang digelar pada Rabu (16/9/2020) itu, mengikuti protokol kesehatan misalnya wajib memakai masker dan menjaga jarak.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, tidak ada protokol kesehatan yang dilanggar Pemprov DKI Jakarta dalam upacara itu.

Begini Alasan Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Saefullah

Jenazah Saefullah juga tidak dikeluarkan dari dalam peti yang ada di mobil jenazah.

Bahkan, kata dia, sopir jenazah yang lengkap memakai alat pelindung diri (APD) juga tidak turun atau keluar dari mobil.

Setibanya di Balai Kota, mobil langsung berhenti di halaman dan upacara seketika digelar dengan waktu yang singkat.

“Jadi, menurut saya wajar dan layak diadakan upacara pelepasan jenazah untuk pak Sekda,” kata Mujiyono saat dihubungi pada Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, upacara itu digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Saefullah selaku orang nomor tiga di Pemprov DKI Jakarta.

Dia juga menyandang sebagai aparatur sipil negara (ASN) tertinggi di lingkungan Pemprov DKI.

“Sekda itu orang baik, lalu dekat dengan semua kalangan dan menjadi ‘kunci’ ASN di DKI lah karena menjadi pegawai dengan eselon tertinggi,” ujar Mujiyono.

“Beliau juga menjadi Sekda mendampingi empat gubernur, itu bukan perkara mudah. Lagi pula upacara digelar sebentar, kan nggak ada yang tertular. Jadi nggak usah terlalu lebay atau dibesar-besarkanlah,” tambahnya.

Dia menjelaskan, upacara itu juga digelar atas pertimbangan dokter yang menangani Covid-19. Karena itu, dia meyakini tidak ada akan ada penularan virus Covid-19 dari mobil jenazah kepada ASN yang hadir dalam upacara.

“Kalau dengan cara itu (upacara) dianggap menularkan orang, nanti di jalan raya saat mobil jenazah melaju malah nularin ke orang lain juga dong,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dikritik karena menggelar upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Proses upacara itu digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (16/9/2020) petang.

“Seseorang yang positif corona seharusnya langsung dibawa dan dimakamkan segera sesuai protokol kesehatan masa pandemi Covid-19,” kata Ketua FAKTA Azas Tigor Nainggolan berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (17/9/2020).

Tigor mengatakan, bila ingin memberi penghormatan terakhir, kepala daerah sebaiknya datang menghampiri jenazah Saefullah ke rumah sakit.

Apalagi di masa pandemi, Saefullah meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

“Saat di Balai Kota terjadi penumpukan dan kerumunan orang yang datang ingin melihat dan memberi penghormatan kepada alamarhum.

Jelas kejadian itu menjadi klaster penyebaran Covid-19,” ujar Tigor.

Begini Alasan Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Saefullah

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta menggelar upacara pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (16/9/2020) petang.

Upacara itu merupakan salah satu bentuk penghormatan terakhir kepada Saefullah sebagai birokrat tertinggi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pihak Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, meski kegiatan pelepasan Saefullah tidak tertulis dalam regulasi, namun upacara digelar sebagai bentuk etika antar birokrat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bersama dengan Sekda DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat bersama dengan Sekda DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota DKI (Facebook Anies Baswedan)

 Gedung Dinas Milik DKI di Jatibaru Ditutup, Begini Suasananya

Apalagi Saefullah sejak menjabat sebagai Sekda pada 2014 lalu, sangat dekat dengan para ASN terutama yang berada di wilayah Balai Kota DKI.

Bahkan Saefullah rutin menemani kegiatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria selama di Balai Kota, DPRD DKI dan di luar kantor pemerintahan.

“Itu (upacara) tidak tertulis (dalam regulasi), tetapi bermakna. Ibarat tersirat dan secara etika birokrasi ini penting,” kata Chaidir saat dikonfirmasi pada Kamis (17/9/2020).

 Sosialisasi 3M Pocong-pocongan Hantui Warga Tangerang Minimalisir Penyebaran Covid-19

Selain itu, kata dia, Saefullah meninggal dunia saat masih aktif menjadi ASN.

Selama menjabat, Saefullah rutin mengikuti rapat perencanaan, hingga eksekusi kegiatan yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Ibu Kota.

“Beliau pejabat yang berwenang dan aktif alias tidak pensiun.

 Kasus Positif Covid-19 Kabupaten Bogor Bertambah 25 Orang, Kecamatan Cibinong Tertinggi

"Beliau waktu menjelang sakit masih rapat paripurna (di DPRD DKI pada Senin, 7/9/2020),” ujar Chaidir.

“Dari kelaziman tata cara kami dalam pemerintahan ketika pejabat aktif (meninggal dunia), kalau menggunakan prosedur protokol ketentuan kami harus melepas.

"Bagaimana kalau nggak lepas? Misal kamu sebagai pemimpin, lalu dilepas begitu (saja) perasaannya gimana? Jadi, ada protokolnya lah,” kata Chaidir.

 Selama Isolasi Mandiri, Anies Sebut Saefullah Komunikasinya Cenderung Tertutup

Dalam kesempatan itu, Chaidir memastikan proses upacara yang digelar di Balai Kota telah mengikuti protokol kesehatan.

Seluruh ASN yang hadir wajib memakai masker dan menjaga jarak untuk menghindari penularan Covid-19.

Selain itu, jenazah dalam keadaan tertutup rapat di dalam peti di mobil jenazah.

 Duka Menyelimuti Benyamin Davnie Kala Sekda DKI Jakarta Tutup Usia karena Infeksi Covid-19

Bahkan, peti jenazah tidak dikeluarkan dari dalam mobil, sehingga mobil dalam posisi bersiaga di halaman Balai Kota DKI Jakarta.

“Kami ikuti protokol kesehatan, jenazah tidak dibuka dan bagi orang yang mengkritik, mereka tidak paham dengan etika birokrasi dan tidak paham dengan adat istiadat ketimuran,” jelasnya.

Selama Isolasi Mandiri, Anies Sebut Saefullah Komunikasinya Cenderung Tertutup

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan pengalamannya saat bekerja dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19 pada Rabu (16/9/2020) siang, Saefullah selalu mendampingi Anies selama berkegiatan di Balai Kota DKI Jakarta.

Termasuk soal perencanaan dan eksekusi yang berkaitan dengan penanganan Covid-19.

 Soni Sumarsono, Mantan Plt Gubernur DKI: Sekda DKI Saefullah Sosok Pamong Praja yang Profesional

“Pak Sekda ini ada dalam perencanaan dan eksekusi semua urusan Covid-19 di Pemprov DKI.

"Menyiapkan semua jajaran, menggalang sumber daya, dan memastikan terlaksana sesuai rencana,” kata Anies saat dikutip dari akun media sosial Instagram miliknya @aniesbaswedan pada Rabu (16/9/2020).

Anies mengatakan, selama menjadi Sekda, Saefullah tidak pernah absen dari pekerjaannya.

 Duka Menyelimuti Benyamin Davnie Kala Sekda DKI Jakarta Tutup Usia karena Infeksi Covid-19

Dia selalu setia mendampingi Anies dalam kegiatan rapat di Balai Kota dan DPRD DKI.

Namun saat rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta pada Senin (7/9/2020) lalu, Saefullah mengirimkan pesan singkat melalui WhatsApp kepada Anies.

Di tengah rapat, Saefullah izin pamit untuk berobat ke dokter karena merasa tidak enak badan.

 Pria Dimutilasi di Apartemen Kalibata City Ternyata Manajer HRD Perusahaan Kontraktor

“Sepanjang bekerja bersama, ia belum pernah pamit pulang karena sakit.

"Senin 7 September 2020, untuk pertama kalinya beliau pamit pulang karena tidak enak badan. Di tengah-tengah rapat paripurna DPRD ia pulang,” imbuh Anies.

Selama isolasi mandiri, Anies dan Saefullah terus berkomunikasi.

 Kepala BKPP Siapkan Sanksi Sedang untuk Lurah Benda Baru Perusak Fasilitas SMAN 3 Kota Tangsel

Selama berkomunikasi, Saefullah cenderung tertutup, padahal selama rehat kondisinya terus memburuk.

“Ia tidak pernah mengeluh. Dalam komunikasi, ia tidak pernah memberikan kesan kondisi menurun.

"Tapi dari laporan pantauan tim Dinas Kesehatan, kondisinya menurun dan perlu penanganan intensif,” ujar Anies.

 Video Pendaki Wanita Petik Bunga Edelweis Viral, Bisa Terancam Hukuman 5 Tahun & Denda Rp100 Juta?

“Saya terima pembaruan setiap hari. Bahkan saat akan dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto ia masih selalu bernada positif,” tambah Anies.

Tepat pada hari Minggu (13/9/2020) pukul 01.00, Saefullah melapor akan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

“Kira-kira bunyinya, ‘Pak Gub malam ini saya pindah ke RSPAD’. Beliau tetap tidak mau menceritakan bahwa kondisinya menurun. Benar- benar pribadi tangguh!,” kata Anies.

 Jumlah RW Zona Merah di Bekasi Meningkat Jadi 107 Lokasi, Ini Buktinya

Melalui akun resminya itu, Anies juga menyampaikan bahwa Saefullah merupakan sosok pribadi saleh, pekerja keras dan murah hati.

Mereka berdua hampir setiap hari bertemu dan bekerja selalu penuh hati tapi suka becanda.

“Serius tapi tidak ada suasana tegang. Pribadi yang matang, penuh pengalaman, selalu tenang dalam setiap situasi dan selalu tuntas.

 VIDEO: Mengintip Gedung Baru Seni Budaya Kota Tangerang Nan Megah

"Atas semua ide, rencana dan tugas yang dihadapkan, bila saya tanyakan dan diskusikan maka jawabnya selalu: bisa!,” ungkap Anies.

Anies kembali mengingat, bahwa Saefullah sering menemaninya berkegiatan hingga larut malam.

Kemudian besok harinya, mereka sudah kembali berkegiatan tanpa menunjukkan rasa lelah.

 Begini Strategi Bandara Soekarno-Hatta agar Penumpang Merasa Aman dari Covid-19 di Pesawat

“Pak Sekda bisa subuh telah ikut serta dalam kegiatan subuhan bersama-sama. Ini bukan soal stamina fisik, ini juga soal semangat yang luar biasa besar,” jelas Anies.

Duka Menyelimuti Benyamin Davnie Kala Sekda DKI Jakarta Tutup Usia karena Infeksi Covid-19

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah tutup usia usai sebelumnya dinyatakan terinfeksi covid-19.

Pihak Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengaku terkejut datangnya kabar duka dari pejabat di lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ia mengaku duka mendalam yang dirasa banyak pihak dari kepergian almarhum terlebih bagi dirinya yang mengenal sosoknya.

 Sekda DKI Meninggal, Anies: Saefullah Paling Sering Berbagi Suplemen kepada Kerabat

"Sebagai tetangga kita pasti merasakan atas musibah yang diderita oleh tetangga kita, karena secara pribadi pun saya mengenal beliau," kata Benyamin dalam keterangannya, Tangsel, Rabu (16/9/2020).

"Corona kembali memakan korban, bahkan tidak tebang pilih siapa bakal menjadi korbannya, Almarhum Sekda DKI Jakarta satu diantaranya, secara pribadi saya berduka akan informasi ini, karena kita sering berhubungan karena kordinasi lintas sektoral," lanjutnya.

Berkaca kasus tersebut, Benyamin meminta agar semua kalangan tak menyepelekan adanya pandemi covid-19 yang sedang melanda tanah air.

 Soni Sumarsono, Mantan Plt Gubernur DKI: Sekda DKI Saefullah Sosok Pamong Praja yang Profesional

Ditambah, virus mematikan ini dapat menulari segala individu yang tak menerapkan prtokol kesehatan.

"Pandemi ini tidak pernah tebang pilih dalam memilih korbannya, tidak rakyat tidak pejabat, semuanya bisa terpapar dan terjangkit virus asal Wuhan ini," kata Benyamin.

Ia pun meminta agar seluruh masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan di tengah kembali meningkatnya kasus infeksi covid-19 di berbagai daerah.

 VIDEO: Suasana Haru, Warga Rorotan Padati Pemakaman Sekda DKI Jakarta Saefullah

"Corona tidak bisa dianggap sebagai bahan candaan, kita harus siap dan tegas dalam mengantisipasi penyebaran Pandemi ini, pola memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak merupakan kegiatan 3M yang harus tetap terjaga di masyarakat," pungkasnya.

BREAKING NEWS: Sekda DKI Saefullah Meninggal karena Covid-19 di RSPAD Gatot Subroto

Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Jakarta Saefullah meninggal dunia karena Covid-19 atau Virus Corona.

Sekda DKI Saefullah meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Saat ini, jenazah almarhum dalam proses pengurusan untuk pemakaman.

Informasi yang dihimpun Wartakotalive.com, Sekda DKI Saefullah meninggal dunia sekitar pukul 12:55 WIB di RSPAD.

Belum ada kepastian tempat pemakaman orang nomor 3 di Pemprov DKI tersebut.

 Sekda DKI Saefullah Meninggal, Anies Baswedan Sempat Minta Didoakan untuk Kesembuhannya

 Tujuh Pejabat DKI Terpapar Covid-19, Wagub Ariza Pastikan Balai Kota Tak Perlu Ditutup

Tetapi, berdasarkan ketentuan, Pemprov DKI menyediakan dua lokasi utama untuk tempat pemakaman siapa saja yang meninggal karena Covid-19.

Kedua lokasi pemakaman korban Virus Corona tersebut adalah TPU Pondokrangon di Jakarta Timur dan TPU Tegalalur di Jakarta Barat.

Pejabat Pemprov DKI Jakarta Kena Covid-19

 BREAKING NEWS : Anggota DPRD DKI dari Fraksi PKS Umi Kulsum Meninggal Dunia

 Pimpinan DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi Sebut Dani Anwar Meninggal Akibat Virus Corona

Saefullah adalah satu dari delapan pejabat Pemprov DKI Jakarta yang terinfeksi Virus Corona.

Berikut adalah 8 pejabat Pemprov DKI kena Covid-19.

1. Sekda DKI Jakarta Saefullah

2. Asisten Pemerintah Setda Provinsi DKI Jakarta Reswan W Soewaryo.

3. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta Premi Lesari.

4. Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spiritual Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat.

5. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Suzy Marsitawati.

6. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin.

7. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Afan Adriansyah Idris.

8. Ketua TGUPP Amin Subekti

 SEKDA DKI Meninggal, Ini Penjelasan Resmi Pemprov DKI dan 2 Lokasi Pemakaman Korban Covid-19

Profil Sekda DKI Saefullah

Dr H Saefullah SPd MPD adalah salah satu pejabat DKI yang asli Betawi. 

Pria dengan panggilan Bang Ipul selain menduduki sebagai orang nomor satu di jajaran ASN DKI, juga Ketua Pengurus Wilayah NU DKI Jakarta.

Saefullah lahir di Sungai Kendal, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada 11 Februari 1964.

Dengan demikian, umur Saefullah DKI saat ini adalah 56 tahun.

Saefullah mulai menjabat sebagai Sekda DKI sejak 11 Juli 2014, ketika Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Joko Widodo.

Saefullah tetap menjadi Sekda DKI meski gubernur DKI berganti ke tangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang kemudian digantikan oleh Djarot Syaiful Hidayat.

Ketika Ahok kalah dalam konstestasi Pilkada DKI 2017 dan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno terpilih jadi Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, orang memperkirakan Saefullah bakal diganti.

Saefullah dianggap sebagai orangnya Jokowi dan Ahok.

Tetapi, Anies dan Sandi tetap mempertahankan Saefullah sebagai Sekda DKI hingga ajal menjemputnya hari ini, Rabu (16/9/2020).

Sebelum menjadi sekda DKI, Saefullah adalah  Wali Kota Jakarta Pusat periode 2008—2014.

Dari perkawinannya dengan Rusmiati, Saefullah dikaruniai empat orang anak.

4 anak Saefullah adalah sebagai berikut:

1. Fatwa Arifah (Kelahiran 29 Januari 1986)

2. Islah Muttaqien (Kelahiran 15 November 1988)

3. Mutia Khaerani (Kelahiran 10 November 1995)

4. Muhammad Syaifurrahman (Kelahiran 15 November 2005)

(faf/m23)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved